UMY, UII, dan UAJY Tuan Rumah Seleksi Inkubator Bisnis Pelaku UMKM

CETAK WIRAUSAHA - Seleksi Inkubator Bisnis, Sabtu (27/6/2015), di Ruang Sidang Hukum Gedung Ki Bagus Hardikusumo lantai 3 UMY. (Foto: Humas UMY)
CETAK WIRAUSAHA – Seleksi Inkubator Bisnis, Sabtu (27/6/2015), di Ruang Sidang Hukum Gedung Ki Bagus Hardikusumo lantai 3 UMY. (Foto: Humas UMY)

Mlati, JOGJADAILY ** Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Islam Indonesia (UII), dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) terpilih sebagai tuan rumah Seleksi Inkubator Bisnis bagi pemilik usaha kecil dan menengah yang diselenggarakan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia (Kemenkop UKM).

“Untuk menjadi sebuah negara maju, diperlukan sebanyak 2 persen atau lebih dari masyarakatnya yang bekerja sebagai wirausaha. Sedangkan saat ini Indonesia masih berada pada jumlah 1,67 persen; kalah dari Singapura yang memiliki jumlah wirausaha 4 persen dan Malaysia yang sudah mencapai 3 persen,” ujar Kabid Koperasi dan UKM, Kemenkop UKM, Sultoni Nurifai.

Oleh karena itu, pihaknya mendorong jumlah wirausahawan Indonesia meningkat hingga minimal 2 persen. Salah satu caranya, dengan Inkubator Bisnis.

Dirilis Humas UMY, Seleksi Inkubator Bisnis yang diberi tajuk ‘Rekrutmen Calon Tenant Inkubasi Inkubator Wirausaha’ ini dilaksanakan di UMY, Sabtu (27/6/2015), di Ruang Sidang Hukum Gedung Ki Bagus Hardikusumo lantai 3.

Acara diisi reviu produk milik masing-masing pemilik usaha, oleh empat dosen UMY, yakni Agus Nugroho Setiawan, Sri Handari W., Alni Rahmawati, dan Atik Septi.

Reviu dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama diutamakan untuk peserta dari luar civitas UMY dan para pensiun atau karyawan, serta berlangsung pukul 09.00-11.00. Sedangkan pada sesi kedua, mayoritas peserta merupakan mahasiswa UMY, dimulai pukul 14.00 hingga selesai.

Dalam proses reviu, Agus Nugroho Setiawan, menyatakan bahwa para reviewers akan menyeleksi latar belakang pemilik usaha dan prospek usaha yang telah dijalankan.

“Kalau pemiliknya latar belakangnya sudah mapan, atau kalau usahanya tidak bisa berkembang tidak akan lolos desk,” ujar dosen Pertanian tersebut.

Ia menambahkan, dari total 80 proposal yang masuk, hanya 50 proposal yang lolos seleksi pada tahap interview.

“Untuk jenis usahanya beragam. Ada kuliner, penjahit, budidaya, dan lain-lain. Tapi kebanyakan jenis usaha kuliner,” tuturnya.

Tips Menjadi Pebisnis Sukses

Di sela-sela reviu, para peserta diberi pembekalan oleh Prof Hadi Karya Purwadaria dari Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI). Ia menyampaikan cara menjadi pebisnis sukses serta memberikan beberapa contoh usaha yang dimulai dari nol tanpa modal mencukupi, kemudian dapat berkembang menjadi sebuah usaha besar dan maju hingga memiliki omset ratusan juta.

“Dalam mendirikan sebuah usaha, harus dimulai dari mimpi. Namun jika hanya mimpi dan direncanakan tidak akan menjadi kenyataan. Harus ada gairah untuk merealisasikan kemudian ada tekad dan kegigihan,” terang Prof Hadi.

Ia menambahkan, untuk menjadi wirausahawan sukses, harus dapat menepati janji.

“Kalau dari awal sudah menentukan harga Rp10 ribu ya jangan saat di tengah-tengah menaikkan harga atau sebaliknya menurunkan jumlah produk. Jadi, harus sesuai kesepakatan di awal. Kalau hal tersebut terjadi, orang akan tidak percaya pada kita,” ungkapnya.

Dalam pembekalan, ia menerangkan kunci utama kesuksesan berbisnis, mulai dari tata cara pemasaran yang baik, hingga cara menyikapi usaha dengan modal tinggi.