Daerah Layak Anak dan Sekolah Ramah Anak, DIY Terima Penghargaan Hari Anak Nasional 2015

CERIA - Presiden Joko Widodo saat bercengkerama bersama anak-anak dalam Peringatan Hari Anak Nasional di Istana Bogor, Selasa (11/8/2015). (Foto: Setkab)
CERIA – Presiden Joko Widodo saat bercengkerama bersama anak-anak dalam Peringatan Hari Anak Nasional di Istana Bogor, Selasa (11/8/2015). (Foto: Setkab)

Kota Bogor, JOGJADAILY ** Dinilai sebagai daerah yang layak anak dan memiliki sekolah yang ramah anak, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menerima penghargaan dari Presiden Joko Widodo saat Peringatan Hari Anak Nasional di Istana Bogor, Selasa (11/8/2015).

Presiden berpesan agar anak-anak Indonesia mencintai lingkungan, serta rajin belajar, beribadah, dan berolahraga. Mantan Walikota Solo itu menghadirkan keceriaan untuk anak-anak yang hadir dengan bermain tebak-tebakan dan membagikan puluhan sepeda.

Sekira 2.000 anak dari berbagai daerah hadir dalam Peringatan Hari Anak Nasional yang baru pertama kali digelar di Istana Negara tersebut dengan mengusung tema ‘Wujudkan Lingkungan dan Keluarga Ramah Anak’.

Sementara sub-tema yang diusung adalah ‘Bangun karakter anak Indonesia yang berkualitas dan berakhlak mulia, wujudkan ketahanan keluarga untuk mendorong tumbuh kembang anak Indonesia yang sehat dan berprestasi, serta wujudkan rekonstruksi sosial dalam menciptakan lingkungan yang melindungi hak anak’.

“Coba siapa yang menari Saman tadi? Bagus banget. Kamu dari mana?” ujar Presiden usai menyaksikan penampilan seorang gadis kecil yang menarikan tari khas Nanggroe Aceh Darussalam.

“(Saya) dari Daerah Istimewa Yogyakarta,” jawab Si Anak.

“Bagus. Inilah Indonesia. Anak Jogja bisa tari Saman, anak Aceh juga harus bisa menari tarian daerah lain,” kata Jokowi lantas menghadiahkan sepeda.

Deklarasi Suara Anak Indonesia Hasil Kongres Anak Indonesia 2015

Pada peringatan kali ini dibacakan delapan butir Deklarasi Suara Anak Indonesia Hasil Kongres Anak Indonesia 2015.

Isi deklarasi itu antara lain komitmen untuk menjauhkan anak dari rokok, minuman keras dan narkoba; meningkatkan pendidikan karakter anak; memperhatikan pendidikan anak di daerah pelosok; melindungi anak dari kekerasan, diskriminasi dan eksploitasi; mengawasi makanan anak; memberikan perhatian bagi anak di daerah rawan bencana dan konflik; serta menghargai pendapat dan memberikan kesempatan pada anak.

Gubernur DIY, HB X, mendapat penghargaan sebagai Penggerak Pengembangan Kabupaten/Kota Layak Anak tahun 2015.

“Di Istana Bogor ditumbuhi ribuan pohon besar. Anak-anak Indonesia harus cinta lingkungan,” ucap Presiden Joko Widodo.