Desa Wisata Pulesari, Pariwisata Sehat Unggulan Kabupaten Sleman

DESTINASI SEHAT - Tari Salak Pondoh ditampilkan Desa Wisata Pulesari, Desa Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman. Desa Wisata Pulesari diunggulkan Pemkab Sleman dalam verifikasi pelaksanaan Kabupaten Sehat. (Foto: Desa Wisata Pulesari)
DESTINASI SEHAT – Tari Salak Pondoh ditampilkan Desa Wisata Pulesari, Desa Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman. Desa Wisata Pulesari diunggulkan Pemkab Sleman dalam verifikasi pelaksanaan Kabupaten Sehat. (Foto: Desa Wisata Pulesari)

Turi, JOGJADAILY ** Adalah Desa Wisata Pulesari di Desa Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman. Desa Wisata dengan sajian wisata alam dan budaya tradisi tersebut diunggulkan Pemerintah Kabupaten Sleman sebagai obyek wisata sehat, dalam Lomba Kabupaten Sehat.

“Untuk tatanan pariwisata sehat dalam Pelaksanaan Kabupaten Sehat, unggulannya adalah Desa Wisata Pulesari Wonokerto Turi,” ujar Ketua Forum Kabupaten Sehat Sleman, P. Suyanto, Rabu (19/8/2015) di Aula Lantai III Pemkab Sleman, saat verifikasi lapangan pelaksanaan Kabupaten Sehat.

Tahun ini, Kabupaten Sleman berupaya meraih predikat Swasti Saba untuk Kabupaten Sehat Klasifikasi Pengembangan (Wistara) dengan mengajukan tujuh tatanan, yaitu kawasan permukiman sarana prasarana sehat, kawasan tertib lalu lintas dan transportasi, kawasan pariwisata sehat, kawasan industri dan perkantoran sehat, ketahanan pangan dan gizi, kehidupan masyarakat yang sehat dan mandiri, serta kehidupan sosial yang sehat.

“Untuk unggulan tatanan lalu lintas tertib dan transportasi dengan program unggulan pelayanan pemeriksaan kendaraan atau KIR di Dinas Perhubungan Kominfo dilanjutkan ke ketatanan kehidupan sosial yang sehat dengan lokasi unggulan di TPA An-Nur Triharjo Sleman,” terang Suyanto, dirilis Pemkab Sleman.

Selanjutnya, tatanan permukiman sarana dan prasarana sehat dengan lokasi TK Budi Mulia 2 Condongcatur dan pelayanan pos pembinaan terpadu di pasar sehat Sambilegi Depok. Tatanan Industri dan perkantoran sehat yang diunggulkan yakni Khansa Snack di Condongcatur Depok, yakni industri olahan abon tuna, lele, bakso, nugget dan otak-otak.

“Tatanan kehidupan masyarakat sehat yang mandiri dengan PIKR (Pusat Informasi dan Konseling Remaja) Genderang Kecamatan Ngaglik. Pengelolaan lingkungan permukiman di Nglempong Surodadi Girikerto Turi (pengelolaan sampah mandiri). Untuk tatanan ketahanan pangan dan gizi dengan program unggulan budidaya tanaman hortikultura oleh kelompok masyarakat di Dusun Cancangan Wukirsari Cangkringan,” kata Suyanto.

Target 50 Ribu Kunjungan Wisatawan

Akhir 2015, Desa Wisata Pulesari menargetkan kunjungan wisatawan sebanyak 50 ribu orang. Pencapaian usaha tersebut dapat berjalan sesuai yang diharapakan apabila didukung pemerintah dan pegiat pariwisata, seperti Provider Outbond Training, Hotel dan Restaurant, Tour and Travel, dan lainnya.

“Dari tahun ke tahun, kunjungan wisatawan di tempat kami selalu naik. Apalagi pada tahun pertama tahun 2013 dan tahun kedua 2014 setelah kami launching Desa Wisata pada 9 November 2012, naik cukup drastis,” sebut pengelola Desa Wisata Pulesari, Didik Irwanto, melalui laman resmi.

Kunjungan wisatawan pada Maret-Desember 2013, sambungnya, mencapai 6.035 wisatawan domestik. Pada Januari-Desember 2014, jumlah wisatawan domestik mencapai 32.178 orang ditambah 14 wisatawan mancanegara.

“Maka dari itu, Desa Wisata Pulesari di tahun 2015 menargetkan kunjungan yang cukup tinggi. Pada Januari-Juni 2015 jumlah wisatawan domestik mencapai 20.055 dan 13 wisatawan mancanegara,” pungkas Didik.