Dwiyanto Budi Utomo: Program Penulisan Sastra Jawa Kuatkan Jatidiri Jogja

SASTRA JAWA - Kepala Seksi Bahasa dan Sastra Bidang Nilai Budaya, Dinas Kebudayaan DIY, Dwiyanto Budi Utomo, menegaskan pentingnya Sastra Jawa bagi identitas Jogja. (Foto: Arif Giyanto)
SASTRA JAWA – Kepala Seksi Bahasa dan Sastra Bidang Nilai Budaya, Dinas Kebudayaan DIY, Dwiyanto Budi Utomo, menegaskan pentingnya Sastra Jawa bagi identitas Jogja. (Foto: Arif Giyanto)

Umbulharjo, JOGJADAILY ** Program penulisan Sastra Jawa dapat menguatkan jatidiri kejogjaan. Nilai moral dan etika Jawa dapat tertransformasi lebih baik, terutama kepada generasi penerus, dengan pelatihan dan lomba penulisan Sastra Jawa.

“Bagi saya, Sastra Jawa sangatlah penting. Karena, akar kebudayaan Jawa dapat dilihat dari sana. Melahirkan penulis Sastra Jawa dari waktu ke waktu menjadi prioritas utama untuk melestarikan kebudayaan Jawa,” ujar Kepala Seksi Bahasa dan Sastra Bidang Nilai Budaya, Dinas Kebudayaan DIY, Dwiyanto Budi Utomo, kepada Jogja Daily, di kantornya, kemarin, Selasa (18/8/2015).

Ia menjelaskan, serbuan kebudayaan asing saat ini dapat dibentengi dengan mempertahankan dinamika Sastra Jawa. Karakter tersebut secara alamiah akan menolak kebudayaan non-Jawa yang tidak sesuai dengan kepribadian Jawa.

“Para leluhur telah memberikan fondasi Sastra Jawa yang perlu dijaga. Jatidiri Jawa yang direpresentasi Jogja dapat terus menguat, bila Sastra Jawa mendapat tempat yang layak dalam masyarakat,” terang Dwi.

Selama ini, pihaknya terus berkreasi untuk meluncurkan program berkala dan berkelanjutan, agar Sastra Jawa dapat terus dikenal oleh masyarakat luas, terutama generasi muda. Tidak hanya sekitar Jogja, tapi juga menggandeng Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Untuk menarik anak-anak muda agar mencintai kebudayaan dan Sastra Jawa, Dinas Kebudayaan DIY menggelar bermacam pelatihan dan lomba. Dengan demikian, kita tidak akan krisis penulis Sastra Jawa,” ucapnya.

Kongres Bahasa Jawa

Pada 28-29 Juli 2015, Dinas Kebudayaan DIY menggelar Pra-Kongres Bahasa Jawa VI di Hotel Pangeran Emas. Acara yang dihadiri perwakilan dari Jawa Tengah dan Jawa Timur tersebut membahas persiapan Kongres Bahasa Jawa VI 2016 yang akan digelar di Jogja.

“Pra-KBJ VI kemarin dibagi menjadi empat komisi, yakni Kebijakan (Kawicaksanaan), Pendidikan, Pelestarian, dan Pengembangan. Masing-masing Komisi mengusulkan hal-hal yang dirasa perlu bagi KBJ VI,” tutur Dwi.

Beberapa usulan yang muncul adalah perlunya dibentuk Badan Pekerja Kongres (BPK) yang bertugas mempersiapkan konsideran KBJ yang digelar lima tahun sekali. Selain itu, perlu dibentuk Dewan Bahasa (Wanba) yang bertugas mengawal Perda dan Pergub seputar Kebahasaan Jawa dalam dunia pendidikan.

“Membangun kolaborasi dengan media, baik cetak maupun elektronik, untuk melestarikan Bahasa Jawa dirasa sangatlah penting. Aksara Jawa sebaiknya diaplikasikan dalam dunia TI zaman ini, seperti misalnya berbasis android,” katanya.

Pra-KBJ VI juga menggarisbawahi pentingnya sinergisitas stakeholder, seperti Dewan Bahasa, Dewan Kebudayaan, Pepadi, Paguyuban Pranatacara, dan Dewan Kesenian, untuk bahu-membahu mengajarkan Bahasa Jawa. Lebih dari itu, mengawal Kurikulum Bahasa Jawa agar diwajibkan pada PAUD hingga Perguruan Tinggi.

2 thoughts on “Dwiyanto Budi Utomo: Program Penulisan Sastra Jawa Kuatkan Jatidiri Jogja

Comments are closed.