Home Business Camp, Inovasi Disperindagkoptan Kota Yogyakarta Lahirkan Wirausaha

WIRAUSAHA BARU - Home Business Camp II tahun 2015 diikuti 30 peserta, 3-7 Agustus 2015, di Villa Canna Kaliurang. (Foto: Raras Ayu Puspitasari)
WIRAUSAHA BARU – Home Business Camp II tahun 2015 diikuti 30 peserta, 3-7 Agustus 2015, di Villa Canna Kaliurang. (Foto: Raras Ayu Puspitasari)

Pakem, JOGJADAILY ** Untuk melahirkan wirausaha baru, Bidang Pengembangan Sumberdaya UMKM Disperindagkoptan Kota Yogyakarta berinovasi dengan menggelar Home Business Camp. Selama beberapa hari, sejumlah peserta mendapatkan pengetahuan wirausaha.

“Kegiatan Home Business Camp dapat menjadi sarana memacu wirausaha muda untuk lebih mengembangkan usahanya, sehingga ke depannya pemuda-pemudi lulusan perguruan tinggi dan SMA dapat membantu negara, mengurangi angka pengangguran dan menciptakan lapangan kerja melalui usahanya,” terang Kabid Pengembangan Sumberdaya UMKM Disperindagkoptan Kota Yogyakarta, Tri Karyadi, Senin (3/8/2015).

Ia menjelaskan, acara tersebut mendukung penumbuhan wirausaha baru dan menyukseskan Program Kewirausahaan Nasional (GKN).

“Kegiatan ini merupakan salah satu inovasi Disperindagkoptan Kota Yogyakarta yang telah dirintis sejak 2014. Home Business Camp Jilid I berhasil menjaring 20 wirausaha muda baru. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi andalan, dalam rangka menumbuhkembangkan usaha-usaha yang diprakarsai kalangan muda,” ujar Totok, begitu ia akrab disapa.

Home Business Camp Jilid II digelar Bidang Pengembangan Sumberdaya UMKM Disperindagkoptan Kota Yogyakarta bekerja sama dengan Institusi Pendidikan dan Pelatihan Magistra Utama. Acara diadakan selama 5 hari, 3-7 Agustus 2015 di Villa Canna, Kaliurang. Peserta terdiri dari 30 orang wirausaha muda. Beberapa di antaranya masih tercatat sebagai mahasiswa.

Pada 3-6 Agustus 2015, peserta beraktivitas di dalam kelas, dan pada 7 Agustus 2015 dilaksanakan Magang Usaha. Peserta akan mengunjungi beberapa usaha yang telah maju di sekitar Kota Yogyakarta.

Dipandu narasumber dari Magistra Utama, para peserta dibekali materi, mencakup cara menumbuh-kembangkan usaha, dimulai dengan materi pengembangan karakter wirausaha hingga pengelolaan usaha, baik dari sisi keuangan maupun produk.

Penjaringan peserta hingga didapat jumlah wirausaha muda sebanyak 30 orang dilakukan melalui seleksi proposal yang diajukan peserta. Pengumuman Home Bussines Camp II disebarkan melalui Kelurahan dan Karang Taruna. Para peserta diwajibkan membuat proposal mengenai kegiatan usaha yang kemudian diseleksi oleh Tim di Dinas Perindagkoptan Kota Yogyakarta.

“Dari kurang lebih 60 proposal yang diterima Disperindagkoptan, Tim telah menyeleksi proposal yang dianggap sesuai, dapat diikutsertakan menjadi peserta HBC II sebanyak 30 proposal,” ujar Tri Karyadi.

Penggerak Perekonomian Mikro Daerah

Lebih lanjut, Totok menandaskan, untuk menggerakkan perekonomian daerah, terutama sektor mikro, diperlukan peran, tidak hanya Pemerintah, namun juga masyarakat. Dalam hal perekonomian berbasis kemasyarakatan, kemandirian rakyat diperlukan agar dapat memunculkan usaha-usaha baru.

“Dengan dilaksanakannya Home Business Camp Jilid II ini diharapkan dapat semakin menumbuhkan semangat kaum muda untuk dapat menciptakan lapangan pekerjaan melalui usaha-usaha yang semakin inovatif dan memperkaya kekhasan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Kota Yogyakarta,” pungkasnya.