Jageran, Kampung Sehat Berbasis Keaktifan Warga

KAMPUNG SEHAT - Salah satu sudut RW 08 Kampung Jageran, Mantrijeron. Jageran dapat menjadi model percontohan Kampung Sehat, (Foto: Arif Giyanto)
KAMPUNG SEHAT – Salah satu sudut RW 08 Kampung Jageran, Mantrijeron. Jageran dapat menjadi model percontohan Kampung Sehat, (Foto: Arif Giyanto)

Mantrijeron, JOGJADAILY ** Bagi Anda yang menginginkan sebuah kampung sehat, barangkali Kampung Jageran di Kelurahan Mantrijeron, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta dapat menjadi rujukannya.

Tepatnya RW 08, Anda dapat menjumpai keaktifan warga untuk mewujudkan Kampung Sehat. Komitmen tersebut merupakan kesepakatan warga dan telah dilakukan warga sejak 2014.

”Ide awal bermula dari warga yang ingin wilayahnya bersih dari penyakit, dan ini merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di bidang kesehatan, sekaligus mendukung program Pemerintah Kota Yogyakarta,” ujar Ketua RW 08 Jageran, Herwanto Hartono, Minggu (16/8), saat Deklarasi Kampung Sehat.

RW 08 Jageran mendeklarasikan diri sebagai kampung bebas asap rokok, bebas narkoba, bebas jentik nyamuk, Kampung Toga (Tanaman Obat Keluarga), dan Kampung Ramah Anak.

Herwanto menjelaskan, warga tidak sepenuhnya diharuskan berhenti merokok. Namun, membatasi warga yang akan merokok untuk merokok di tempat-tempat yang disepakati.

“Di antaranya dilarang merokok di dalam rumah, dekat balita, ibu hamil dan tempat ibadah. Selain itu juga di Posyandu, lingkungan anak, dan tempat pendidikan,” terangnya, seperti dirilis Humas Pemkot Yogyakarta.

Pembentukan Satgas dan Kaderisasi

Karena warga telah berkomitmen, sambung Herwanto, akan dibentuk Satgas dan kader pemberantasan narkoba. Sementara untuk meminimalisasi jentik nyamuk, akan dibentuk Tim Pemantau Jentik, beranggotakan warga RW 08.

“Monitoring akan dilakukan setiap minggu dengan berkeliling mengunjungi rumah warga untuk mengecek, apakah di dalam bak mandi atau penampungan air yang ada pada setiap keluarga sudah terbebas dari nyamuk atau belum,” jelasnya.

Apabila sebuah rumah ditemukan titik keberadaan jentik, pemilik didenda Rp500, dan dapat bertambah, apabila dijumpai jentik di titik lain.

“Yang kami tekankan bukan persoalan nominal denda, melainkan rasa tanggung jawab dari pemilik rumah untuk rajin menjaga kebersihan agar bersih dari jentik,” ungkap Ketua RW 08 Jageran.

Ia mengimbau warga untuk mengganti air di bak mandi mereka seminggu sekali dan menjalankan 3M, yaitu menutup, mengubur, dan menguras.

Untuk Toga, RW 08 mewajibkan setiap rumah untuk menanam minimal lima buah toga. Warga diminta memanfaatkan sedikit lahan kosong di rumah untuk menanam pohon obat-obatan. Selain membuat warga sehat, menurut Herwanto, tanaman itu dapat membuat sejuk mata yang memandang.