Permintaan Pasar Melonjak, Petani Krisan Menoreh Kini Miliki Perbenihan dan Packing House

DIMINATI - Sebuah lahan budidaya bunga krisan di Samigaluh Kulon Progo. Kini, bunga krisan diminati pasar. (Foto: Krisan Samigaluh Blogspot)
DIMINATI – Sebuah lahan budidaya bunga krisan di Samigaluh Kulon Progo. Kini, bunga krisan diminati pasar. (Foto: Krisan Samigaluh Blogspot)

Samigaluh, JOGJADAILY ** Merespons keluhan petani bunga krisan akan susahnya benih, akibat lonjakan permintaan pasar, Komisi IV DPR-RI meluncurkan perbenihan dan menyerahterimakan packing house di Dusun Karang, Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulonprogo.

“Budidaya bunga krisan mempunyai prospek yang baik, karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi, harga jual yang stabil, dan tingginya kebutuhan bunga krisan di Yogyakarta,” ujar Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI, Siti Hediati Suharto, saat mengunjungi Kelompok Tani Budidaya Krisan, Paguyuban Seruni Menoreh, Rabu (5/8/2015), dirilis Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta.

Titiek Soeharto, begitu ia disapa, berharap, setelah dibentuk Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) Krisan dan dibangunnya packing house, budidaya bunga krisan berkembang ke wilayah lain serta penanganan pasca-panennya menjadi lebih berkualitas hingga ke konsumen.

Selain me-launching perbenihan krisan, Komisi IV DPR-RI juga memberikan bantuan UPPO (Unit Pengolah Pupuk Organik) kepada beberapa kelompok tani di Kulonprogo.

Bantuan gedung packing house untuk bunga potong krisan diberikan oleh Kementerian Pertanian RI kepada Pemerintah Kabupaten Kulonprogo, yang diterima secara simbolis oleh Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo.

Produksi Benih Sejak 2011

Sementara itu, Kepala BPTP Yogyakarta, Sudarmaji, mengatakan, inisiasi teknologi budidaya bunga potong krisan dan produksi benih dilakukan pihaknya sejak 2011. Pemuliaan Partisipatif telah dilakukan BPTP Yogyakarta pada 2010, dan dirilis Varietas Unggul Baru (VUB) Krisan Spesifik Lokasi DIY.

“Adanya penyediaan varietas unggul hasil pemuliaan spesifik lokasi dan VUB Badan Litbangtan lainnya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan ketersediaan benih berupa stek berakar yang bermutu, serta mengantisipasi kendala penyediaan benih dan penyediaan bunga di pasar DIY, khususnya Kulonprogo,” terangnya.

Menurutnya, kini, Paguyuban Seruni Menoreh mampu memproduksi berbagai VUB krisan secara massal. Kelas benih krisan yang dihasilkan adalah benih sumber (klas FS), dan benih sebar (ES) berupa stek berakar yang bermutu. Sasaran utama produksi benih sebanyak 20 ribu stek dapat tercapai.

Paguyuban Seruni Menoreh yang diketuai Suharso beranggota sebanyak 60 orang petani krisan, dengan total kubung yang berdiri di pekarangan rumah 60 kubung.

“Kunjungan (Komisi IV DPR-RI) untuk melihat kegiatan pendampingan teknologi budidaya bunga potong ramah lingkungan, mengikuti konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT) serta pelatihan produksi benih krisan (inisiasi UPBS),” ucap Sudarmaji.

Ia menuturkan, kunjungan Komisi IV DPRI-RI mengkaji alternatif sistem produksi tanaman hias, khususnya bunga potong krisan yang bernilai ekonomi tinggi di wilayah Kulonprogo. Komisi IV juga mengevaluasi penghambat potensi dan pengembangan krisan dengan cara mengidentifikasi berbagai permasalahan utama, semisal serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).

“(Kunjungan) mengembangkan teknologi spesifik lokasi budidaya krisan, baik sebagai bunga potong, maupun benih di DIY,” pungkasnya.