Proyeksi Ekspor, Dekranasda Kota Yogyakarta Dorong Pengrajin Tingkatkan Kualifikasi

ORIENTASI EKSPOR - Ketua Dekranasda Kota Yogyakarta, Tri Kirana Muslidatun, saat Syawalan dan Temu Member Dekranasda Kota Yogyakarta, Kamis (6/8/2015), di Hotel Pandanaran Prawirotaman. (Foto: Arif Giyanto)
ORIENTASI EKSPOR – Ketua Dekranasda Kota Yogyakarta, Tri Kirana Muslidatun, saat Syawalan dan Temu Member Dekranasda Kota Yogyakarta, Kamis (6/8/2015), di Hotel Pandanaran Prawirotaman. (Foto: Arif Giyanto)

Mergangsan, JOGJADAILY ** Meningkatnya jumlah wisatawan, baik domestik maupun luar negeri, di Kota Yogyakarta, berpengaruh signifikan pada pertumbuhan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), khususnya kerajinan. Peluang yang menjanjikan untuk memproyeksikan kerajinan Kota Yogyakarta berkualifikasi ekspor.

“Sampai sekarang, jumlah anggota Dekranasda Kota Yogyakarta adalah 311. Jumlah wisatawan yang terus meningkat berdampak positif pada perkembangan kerajinan,” ujar Ketua Dekranasda Kota Yogyakarta, Tri Kirana Muslidatun, saat Syawalan dan Temu Member Dekranasda Kota Yogyakarta, Kamis (6/8/2015), di Hotel Pandanaran Prawirotaman.

Ia menjelaskan, jumlah pengrajin, baik lama maupun baru, juga meningkat, akibat semakin meningginya tingkat kunjungan wisata ke Kota Yogyakarta. Menurutnya, banyak pengrajin kecil meningkat menjadi pengrajin menengah, sementara pengrajin menengah meningkat menjadi pengrajin besar.

“Dekranasda Kota Yogyakarta bekerja sama dengan hotel, pusat perbelanjaan modern, dan kampus, untuk memasarkan produk kerajinan. Selain itu, kami juga telah merambah marketing online untuk memperluas promosi dan peluang transaksi hingga ke luar daerah,” terang Bu Ana, begitu ia akrab disapa.

Merespons pertumbuhan kerajinan yang begitu pesat, Dekranasda Kota Yogyakarta pun mendorong pengrajin untuk terus meningkatkan kualifikasi. Salah satunya, untuk memenuhi ekspor. Ana menyarankan, kelengkapan administrasi menjadi syarat penting bertransaksi dengan pembeli (buyer) dari luar negeri.

“Anggota Dekranasda Kota Yogyakarta sebaiknya memiliki NPWP. Karena dengan begitu, dapat meningkatkan kualifikasi kelembagaan bisnis. Sudah ada contohnya, banyak transaksi ekspor dilakukan, hanya karena memiliki NPWP Kelembagaan,” tutur istri Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, tersebut.

Pentingnya Pelabelan

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya UMKM Disperindagkoptan Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto, menambahkan, ada fenomena baru tentang pelabelan produk yang dirasa perlu segera disikapi.

“Kota Yogyakarta memiliki 22.916 pelaku UMKM. Sejumlah 75 persennya bergerak di sektor kuliner. Ada fenomena yang menarik untuk dikaji bersama. Banyak produk kerajinan buatan Kota Yogyakarta yang dibeli buyer luar daerah, kemudian diganti label mereka,” ungkap Tri.

APRESIASI - Sejumlah pihak yang dianggap berjasa turut membesarkan Dekranasda Kota Yogyakarta mendapat apresiasi. (Foto: Arif Giyanto)
APRESIASI – Sejumlah pihak yang dianggap berjasa turut membesarkan Dekranasda Kota Yogyakarta mendapat apresiasi. (Foto: Arif Giyanto)

Untuk itu, sambungnya, peran Dekranasda Kota Yogyakarta dalam mengawal pengrajin sangatlah penting.

Acara berlangsung hingga tengah hari. Usai ikrar saling memaafkan, sesi pertama digelar untuk mendiskusikan eksistensi Dekranasda Kota Yogyakarta. Selanjutnya, pada sesi kedua, diadakan sosialisasi tertib-pajak oleh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kota Yogyakarta. Terakhir, para anggota Dekranasda Kota Yogyakarta saling bersalaman, pertanda saling memaafkan pada Bulan Syawal tahun ini.