Teknik Videografi, Peringatan Dini Antisipasi Kecelakaan Laut Akibat Arus Retas

WASPADA - Seorang penjaga pantai berikut sebuah Rescue Boat di Pantai Indrayanti. (Foto: Arif Giyanto)
WASPADA – Seorang penjaga pantai berikut sebuah Rescue Boat di Pantai Indrayanti. (Foto: Arif Giyanto)

Depok, JOGJADAILY ** Bukan sekali dua kali, kecelakaan laut dapat terjadi karena terseret arus laut pantai. Aplikasi sistem peringatan dini, terutama ancaman arus retas, dapat digunakan untuk mengurangi risiko korban jiwa melalui pemahaman ciri-ciri kemunculan arus retas.

“Secara visual, arus retas terlihat sebagai gerakan massa air laut dari tepi pantai ke arah laut yang terekspresikan dalam bentuk perbedaan kenampakan riak-riak di permukaan laut yang memanjang mengarah ke laut,” ujar Aprijanto saat ujian terbuka program doktor di Fakultas Geografi UGM, Senin (3/8/2015), dirilis Humas UGM.

Selain itu, sambungnya, juga terlihat dari adanya buih-buih yang memanjang ke arah laut atau air kekeruhan yang tinggi bergerak ke arah laut. Kehadiran arus retas ini dapat dilihat dari adanya celah pada jalur gelombang pecah di sepanjang pantai.

Aprijanto mempertahankan disertasi berjudul ‘Teknik Videografi Guna Mendukung Desain Model Sistem Peringatan Dini Bahaya Arus Retas di Kawasan Parangtritis Kabupaten Bantul’. Menurutnya, kasus kecelakaan laut sering terjadi di berbagai obyek wisata pantai Indonesia. Salah satunya, di Pantai Parangtritis yang banyak memakan korban meninggal, akibat terseret arus laut pantai.

“Keselamatan wisatawan saat berkunjung di pantai patut menjadi perhatian utama untuk meminimalisasi jatuhnya korban akibat arus retas yang cukup banyak di pantai ini,” kata Peneliti Balai Pengkajian Dinamika Pantai-BPPT tersebut.

Ia menjelaskan, untuk mengembangkan sistem peringatan dini ancaman arus retas dibutuhkan basis data secara realtime tentang keberadaan arus retas. Salah satu data primer yang dapat dikumpulkan meliputi data dinamis pola arus dan kekeruhan di perairan dekat pantai. Di samping itu, dengan melakukan pengamatan terhadap kondisi indikasi kemunculan arus retas.

Sementara untuk mengatasi persoalan instrumentasi perolehan data, perlu diupayakan pengembangan sistem perekaman data dari jarak jauh yang berbiaya murah, mudah dioperasikan, serta cepat dalam perolehan hasil.

Videografi

Karena perangkat tersedia di pasaran dan memiliki kualitas hasil sesuai kebutuhan, Aprijanto mencoba menyusun desain model sistem peringatan dini bahaya arus retas menggunakan teknik videografi.

“Dalam hal ini, penggunaan teknik videografi bisa menjadi salah satu alternatif yang sesuai,” ucap laki-laki kelahiran Jakarta, 30 April 1971 itu.

Sistem video dapat digunakan sebagai sensor penginderaan jauh untuk menemukan dan mengenali keberadaan arus. Eksplorasi kemampuan sistem video dilakukan dengan proses pengolahan data untuk menemukan, mengenali, dan mengevaluasi ketelitian interpretasi. Selain itu, menyajikan posisi keberadaan arus, baik yang diperoleh melalui proses merata-rata nilai kecerahan dari citra video, pengolahan sistem non-metrik dengan penerapan model matematik linier unsur-unsur intrinsik kamera, serta dari basis data posisi koordinat geografis arus retas.

INOVASI MARITIM - Peneliti Balai Pengkajian Dinamika Pantai-BPPT, Aprijanto, saat ujian terbuka program doktor di Fakultas Geografi UGM, Senin (3/8/2015). (Foto: Humas UGM)
INOVASI MARITIM – Peneliti Balai Pengkajian Dinamika Pantai-BPPT, Aprijanto, saat ujian terbuka program doktor di Fakultas Geografi UGM, Senin (3/8/2015). (Foto: Humas UGM)

Aprijanto menyampaikan, desain model sistem peringatan dini bahaya arus retas menggunakan teknik videografi yang telah disusun tidak hanya berguna bagi kepentingan pengelola, tetapi juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat umum.

“Ada sembilan titik lokasi arus retas dengan posisi koordinat Universal Tranverse Mercator. Masyarakat dapat memanfaatkan beberapa situs pneglolaan yang menyediakan gambaran langsung keadaan pesisir saat itu juga. Sementara bagi pengelola, data time-series dari rekaman video bisa dipakai untuk menganalisis perubahan pola arus sekitar pantai,” pungkasnya.