Tomira, Mini Market Rakyat Ala Kulon Progo

UNIK - Toko Milik Rakyat (Tomira) adalah bentuk kerja sama koperasi dan UMKM terhadap Alfamart di Kulon Progo. (Foto: Pemkab Kulon Progo)
UNIK – Toko Milik Rakyat (Tomira) adalah bentuk kerja sama koperasi dan UMKM terhadap Alfamart di Kulon Progo. (Foto: Pemkab Kulon Progo)

Wates, JOGJADAILY ** Menjamurnya pusat perbelanjaan dan toko modern di berbagai tempat direspons bervariasi oleh masyarakatnya. Bagi masyarakat Kulon Progo, fenomena tersebut dijadikan peluang kerja sama; berkolaborasi memberdayakan perekonomian rakyat.

Untuk melindungi produk lokal, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mengeluarkan Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2011 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Pasar Tradisional serta Penataan Pusat perbelanjaan dan Toko Modern.

Dalam pasal 14 huruf c Perda ini menyebutkan, “Toko Modern yang berstatus waralaba dan/atau berstatus cabang tidak boleh berjarak kurang dari 1.000 m (seribu meter) dengan Pasar Tradisional.”

Konsekuensinya, semua gerai toko modern yang berjarak kurang dari 1.000 meter harus menyesuaikan ketentuan dalam Perda dengan beberapa alternatif, yaitu tidak diperpanjang izin, ditutup, atau diambil alih Koperasi (take over).

Pada Senin (1/9/2014), ditandatangani Nota Kesepahaman antara Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dengan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk sebagai pengelola Alfamart. Kedua belah pihak bersepakat untuk bekerja sama mengembangkan pemberdayaan ekonomi masyarakat bersifat kemitraan dengan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui programToko Milik Rakyat (Tomira).

Menurut Dinas Koperasi dan UMKM Kulon Progo, Tomira mendukung program penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Kulon Progo, dalam bentuk penyisihan laba untuk kegiatan pendampingan UMKM dan pendampingan sosial masyarakat, meliputi kegiatan bedah rumah, beasiswa bagi siswa tidak mampu, dan kegiatan sosial lain.

Kemitraan ini dirasa menguntungkan Koperasi dan UMKM dibandingkan dengan pola kerja sama franchise (waralaba) yang selama ini dilakukan dengan ciri-ciri branding hanya minimarket Alfamart, karyawan 100 persen dari Alfamart, barang dagangan 100 persen dari Alfamart, tidak bisa sebagai pusat pelatihan, dikenakan biaya goodwill, serta royalty free dan investasi 100 persen dari pemilik (investor).

Sementara bentuk kemitraan dengan take over bermanfaat lebih besar bagi Koperasi dan UMKM. Branding toko dapat dikombinasikan, antara Alfamart dan Koperasi dengan nama Tomira. Karyawan toko berasal dari karyawan Koperasi. Selain itu, terdapat produk lokal Kulon Progo dengan standar yang ditentukan, seperti Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT), Hak Kekayaan Intelektual (HKI), Halal MUI, dan lainnya.

Kemitraan dapat pula sebagai pusat pelatihan bagi anggota koperasi, sehingga diharapkan ada pengembangan pengelolaan toko modern, peningkatan kualitas SDM, transfer teknologi, dan transfer pengetahuan (knowledge).

Manfaat kemitraan yang lain adalah tidak dikenakannya goodwill dan royalty free, sehingga tidak membebani keuangan koperasi. Terakhir, diberikan pinjaman modal 100 persen dengan pengembalian dari omset penjualan.

Take Over Tahap Kedua

Tahap pertama pelaksanaan kemitraan dalam bentuk akuisisi (take over) oleh koperasi, telah dilaksanakan terhadap tiga Alfamart, yaitu Alfamart Bendungan, Dekso, dan Jombokan, oleh tiga koperasi, yaitu KSU BMT Giri Makmur Girimulyo, Koppaneka Wates , dan Koperasi Bima Wates.

Sementara pelaksanaan take over tahap kedua akan dilakukan terhadap lima Alfamart, yaitu Alfamart Temon, Josuto, Proliman, Lendah, dan Sentolo.

Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kulon Progo membuka kesempatan bagi koperasi yang berminat melakukan take over Alfamart, dengan beberapa ketentuan.

Koperasi yang dapat melaksanakan take over Alfamart diwajibkan telah berbadan hukum koperasi Kulon Progo, serta beralamat di wilayah terdekat Alfamart yang akan di-take over dengan surat pernyataan dari koperasi untuk membuka kantor pelayanan atau menambah anggota di wilayah Alfamart.

Ketentuan lain adalah mempunyai unit usaha pertokoan yang tertuang dalam Anggaran Dasar Koperasi. Koperasi dinyatakan aktif dalam arti telah melaksanakan Rapat Anggota Tahuna (RAT) dalam tahun terakhir. Partisipasi anggota pun berjalan baik, serta pengurus dan pengawas telah melaksanakan tugas dan fungsinya.

Kelayakan usaha koperasi diharuskan berjalan baik. Maksudnya, koperasi memiliki keuntungan, memenuhi kesejahteraan karyawan, memiliki modal tetap di unit pertokoan, serta SDM yang mampu menangani unit pertokoan.

Koperasi juga diwajibkan mempunyai izin usaha teknis, semisal Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP), dan lainnya, sesuai usaha yang telah dilakukan. Koperasi yang akan melakukan take over juga diwajibkan mempunyai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan tertib perpajakan, serta mempunyai rekening bank atas nama koperasi.

Koperasi yang berminat disyaratkan mengajukan Surat Permohonan yang ditujukan kepada Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kulon Progo mulai 20 Agustus 2015 hingga 27 September 2015, dilampiri fotokopi bukti kriteria.