Unggulkan Mina Padi, Sleman Sumbang 55 Persen Kebutuhan Konsumsi Ikan DIY

MINA PADI - Penjabat Bupati Sleman, Gatot Saptadi, saat Temu Lapang Petani di Pokdapan Mina Murakabi Cibuk Kidul, Margoluwih, Seyegan, Kamis (13/8/2015). (Foto: Pemkab Sleman)
MINA PADI – Penjabat Bupati Sleman, Gatot Saptadi, saat Temu Lapang Petani di Pokdapan Mina Murakabi Cibuk Kidul, Margoluwih, Seyegan, Kamis (13/8/2015). (Foto: Pemkab Sleman)

Seyegan, JOGJADAILY ** Mengunggulkan Mina Padi (ikan padi), Kabupaten Sleman mampu menyumbangkan 55 persen kebutuhan konsumsi ikan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Bukan hanya itu. Sleman juga penyumbang terbesar kebutuhan benih ikan DIY, yakni 80 persen.

“Besarnya potensi di sektor perikanan Kabupaten Sleman dapat terlihat dari peningkatan benih ikan yang dihasilkan, yakni sebesar 997.881.400 ekor di tahun 2014,” ujar Penjabat Bupati Sleman, Gatot Saptadi, saat Temu Lapang Petani di Pokdapan Mina Murakabi Cibuk Kidul, Margoluwih, Seyegan, Kamis (13/8/2015), dirilis Pemkab Sleman.

Gatot hadir untuk melihat percontohan Mina Padi Ikan Nila dan Panen Ikan serta Upacara Wiwit sebelum panen padi.

“Saat ini, sektor pertanian yang mencakup sektor perikanan masih menjadi sektor unggulan di Kabupaten Sleman. Hal tersebut dapat dilihat dari masih tingginya masyarakat Kabupaten Sleman yang menggantungkan matapencariannya dari sektor pertanian,” terang Gatot.

Pada 2014, sektor pertanian menyerap tenaga kerja terbanyak, yaitu 23,56 persen dari jumlah penduduk Sleman yang mencapai 1.062.801 jiwa. Sektor pertanian menjadi penyumbang PDRB primer terbesar di Kabupaten Sleman, yaitu sebesar 12,59 persen pada 2014.

“Hal ini didukung dengan luas lahan pertanian di Kabupaten Sleman yang mencapai 22.233 ha, di mana di dalamnya termasuk areal perikanan seluas 874,85 ha atau sebesar 3,9 persen,” katanya.

Ia menjelaskan, pengelolaan kawasan perikanan dengan pengembangan budidaya perikanan dan pembinaan petani ikan di Sleman selama ini dilakukan dengan sistem kelompok. Dengan sistem tersebut, transfer pengetahunan dan transfer teknologi diharapkan dapat dilakukan lebih efektif dan efisien.

Tingginya animo masyarakat Kabupaten Sleman untuk ikut serta dalam kelompok pengelola perikanan, dapat dilihat dari peningkatan yang terjadi. Hingga saat ini terdapat 552 kelompok. Meningkatnya kelompok pengelola perikanan meningkatkan produksi perikanan di Kabupaten Sleman, yakni sebesar 25.883 ton pada 2013 yang meningkat menjadi 31.120 ton pada 2014.

“Pemerintah Kabupaten Sleman selalu berupaya untuk memberikan dukungan dalam pelaksanaan program dan kegiatan di bidang ini. Seperti dukungan dalam bentuk alokasi anggaran dari Pemerintah Kabupaten Sleman,” tutur Gatot.

Selain itu, sambungnya, dukungan alokasi anggaran juga dikucurkan oleh Pemerintah Pusat melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk program Pengelolaan Sumberdaya Perikanan. Salah satu kegiatannya adalah Percontohan Budidaya Ikan dengan Padi (Mina Padi) dan Percontohan Budidaya Nila.

Nilai Tambah

Sementara itu, dalam laporan Kelompok Mina Murakabi yang diwakili Timbul Prasetyo, lahan pertanian seluas 1.000 meter persegi akan menghasilkan gabah/padi 8-9 kuintal gabah. Bila ditaburi benih ikan nila 6,5 kg, akan mengasilkan panen ikan nila sebanyak 5 kuintal.

“Dengan demikian, langkah para petani yang mempunyai lahan dan cukup air irigasi dapat melaksanakan Mina Padi dengan tambah modal sedikit untuk bibit ikan dan pakan, juga diberikan makan berupa pelet dan pupuk sesuai takaran,” ucap Timbul.

Pola Mina Padi, tambahnya, memberikan nilai tambah penghasilan bagi para petani. Karena, saat ini, pasar untuk Ikan Nila banyak diminati masyarakat.