Upacara Adat Kolosal Ramaikan Festival Upacara Adat DIY 2015

KOLOSAL - Festival Upacara Adat se-DIY diikuti lima kontingen dari kabupaten/kota se-DIY. (Foto: Hanang Widiandhika)
KOLOSAL – Festival Upacara Adat se-DIY diikuti lima kontingen dari kabupaten/kota se-DIY. (Foto: Hanang Widiandhika)

Umbulharjo, JOGJADAILY ** Upacara adat kolosal unggulan lima kabupaten/kota se-Daerah Istimewa Yogyakarta meramaikan Festival Upacara Adat DIY 2015 di halaman Balaikota Yogyakarta, Sabtu (1/8/2015).

Delegasi Bantul membawakan Bakda Mangiran Srandakan, Gunungkidul menampilkan Wilujengan Gadhung Mlaten, Kulonprogo menyajikan Siraman Sendhang Pengilon, Sleman menghadirkan Merti Sendang Tohino, serta mBedhol Keprajan Kotagede dari Kota Yogyakarta.

“Kegiatan tersebut diselenggarakan bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan di DIY, khususnya untuk wisatawan budaya yang menjadi kekuatan uatama daya tarik wisata,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Umar Priyono.

Selain itu, sambungnya, Festival Adat meningkatkan kualitas dan keberagaman atraksi wisata budaya baru dan kreatif yang dapat menjawab atau memenuhi permintaan wisatawan, khususnya para pencinta wisata budaya.

“Selain sebagai upaya untuk memberi ruang ekspresi bagi para pelaku ritual adat, festival bertujuan untuk meningkatkan nilai-nilai kearifan lokal serta memberi kesempatan bagi masyarakat untuk menyaksikan upacara adat unggulan dari seluruh DIY,” terangnya.

Seperti tahun sebelumnya, festival diawali dengan kirab masing-masing kontingen. Masing-masing kontingen sebanyak 100 orang, terdiri dari kelompok seni dan masyarakat pelaku upacara adat selama 25 menit memperagakan Bentara Upacara Adat di hadapan masyarakat dan Dewan Juri yang terdiri dari budayawan, pemerhati budaya, akademisi, praktisi seni, serta budaya religi.

“Tiap kelompok peserta menampilkan jalannya upacara adat seperti aslinya di hadapan para juri. Para peserta selain memainkan berbagai alat musik tradisional, juga diharuskan mampu menjelaskan sejarah serta filosofi upacara adat yang dimiliki,” jelas Umar.

Juara Pertama diraih Kabupaten Gunungkidul, Juara Kedua Kabupaten Sleman , Juara Ketiga Kota Yogyakarta , Juara Harapan Satu Kabupaten Bantul, dan Juara Harapan Dua Kabupaten Kulon Progo.

Undangan Europalia Festival

Kekayaan seni budaya Yogyakarta menarik Duta Besar Kerajaan Belgia untuk Indonesia, Patrick Herman. Pihaknya mengundang misi seni Budaya Yogyakarta untuk Europalia Festival. Event dua tahunan tersebut berlangsung selama empat bulan, dari Oktober hingga Januari. Tidak hanya diselenggarakan di Belgia, Europalia Festival juga digelar 70 kota di Eropa.

Kegiatan ini bisa menjadi ajang promosi keanekaragaman budaya Indonesia, termasuk Yogyakarta, di mata dunia. Para seniman diharapkan dapat menampilkan kekayaan budaya dan tradisi Indonesia.

Europalia Internasional adalah sebuah lembaga non-profit yang concern mempromosikan kebudayaan suatu negara di ibu kota Uni Eropa, Brussels.