Dekat Pasar Tradisional, Pemkab Sleman Perintahkan 89 Toko Modern Ditutup

TOKO MODERN - Sebuah toko modern di Kentungan, Condong Catur, Depok, Sleman. (Foto: Indoplaces)
TOKO MODERN – Sebuah toko modern di Kentungan, Condong Catur, Depok, Sleman. (Foto: Indoplaces)

Sleman, JOGJADAILY ** Puluhan toko modern yang berdekatan dengan pasar tradisional, berjarak kurang dari satu kilometer, diperintahkan Pemerintah Kabupaten Sleman untuk ditutup atau dipindahkan lokasi usahanya. Karena hal tersebut melanggar Perda Kabupaten Sleman Nomor 18 tahun 2012 tentang Izin Usaha Pusat Perbelanjaan dan Izin Usaha Toko Modern.

“Saya memerintahkan agar toko modern yang berjarak kurang dari satu kilometer dari pasar tradisional segera menutup usahanya,” ujar Penjabat Bupati Sleman Gatot Saptadi secara tegas di depan perwakilan tiga toko modern dalam Rapat Koordinasi, Selasa (8/9/2015), dirilis Pemkab Sleman.

Berdasarkan data Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Sleman, jumlah toko modern yang beroperasi di Sleman saat ini berjumlah 180 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 89 unit toko modern berjarak kurang satu kilometer dari pasar tradisional, sedang sisanya, yakni sebanyak 91 unit, berjarak lebih dari satu kilometer.

Gatot memberikan batas waktu hingga akhir Desember 2015 kepada pemilik toko modern untuk menutup tokonya. Bila sampai akhir batas waktu belum ditutup, Pemkab Sleman akan menindak tegas dan melakukan penutupan toko modern yang melanggar aturan.

“Kepada 91 unit toko modern yang berjarak lebih dari satu kilometer dari pasar tradisional, agar segera mengurus perizinan. Ada hal pokok yang perlu dipatuhi dalam mendirikan toko modern, yaitu kesesuaian dengan tata-ruang, jarak dengan pasar tradisional (satu kilometer), dan Kemitraan (5 persen produk lokal dan 60 persen tenaga kerja lingkup Sleman),” ucapnya.

Ia menambahkan, bagi toko modern berjarak lebih satu kilometer dari pasar tradisional diberikan tenggang waktu setahun untuk menyelesaikan perizinan. Pemkab Sleman berkomitmen untuk mempercepat perizinan dengan syarat semua dokumen lengkap dan benar.

Izin yang harus dipenuhi toko modern meliputi Izin Peruntukan Tanah (IPT), Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Dokumen lingkungan, Izin Gangguan dan Izin Usaha Toko Modern (IUTM).

“Selama toko modern yang sudah ada ini belum menyelesaikan perizinan maka Pemkab Sleman tidak akan mengeluarkan izin baru bagi toko modern,” pungkasnya.

Kontribusi Dinas Pasar Kabupaten Sleman

Sebelumnya, perhatian Pemkab Sleman terhadap pasar tradisional juga tampak pada program Dinas Pasar Kabupaten Sleman saat merevitalisasi Kawasan Pasar Monjali menjadi galeri kerajinan tangan (handicraft) dan kuliner, Kamis (2/4/2015).

Langkah strategis tersebut untuk memperluas pemasaran produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) memanfaatkan sarana pengembangan pasar.

Galeri dibangun atas kerja sama Dinas Pasar Kabupaten Sleman sebagai pengelola Pasar Monjali yang bertanggung jawab dalam pengelolaan galeri, UMKM DC sebagai pelaksana, dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. sebagai bapak angkat dari para UMKM DIY. Sinergi ini membantu optimalisasi potensi pasar bagi para UMKM dan pelaku usaha di kawasan Sleman dan sekitarnya.

“Galeri ini dibangun agar masyarakat dapat lebih mudah mengakses produk-produk UMKM, khususnya di daerah Kabupaten Sleman. Hal ini merupakan wujud triplehelic dari masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah,” terang Kepala Dinas Pasar, Tri Endah Yitnani.