Eksiskan Pangan Lokal, Prambanan dan Kalasan Gelar Potensi Pertanian dan Peternakan

GELAR POTENSI - Gapoktan Prambanan dan Kalasan menampilkan potensinya dalam Gelar Potensi Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan di Kompleks Kantor UPT BP3K Wilayah VIII, Selasa (29/9/2015). (Foto: Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Sleman)
GELAR POTENSI – Gapoktan Prambanan dan Kalasan menampilkan potensinya dalam Gelar Potensi Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan di Kompleks Kantor UPT BP3K Wilayah VIII, Selasa (29/9/2015). (Foto: Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Sleman)

Godean, JOGJADAILY ** Kualitas pangan lokal Daerah Istimewa Yogyakarta tidak kalah dengan produk impor. Manajemen tepat sasaran akan membawa pangan lokal pada eksistensi yang layak. Pangan lokal dapat didistribusikan pada warga Yogyakarta, serta menjadi unggulan ekspor.

Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di wilayah Prambanan dan Kalasan menampilkan potensinya hari ini, Selasa (29/9/2015) dalam Gelar Potensi Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan di Kompleks Kantor UPT Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Wilayah VIII di di Jalan Rewulu-Godean, Desa Sidomulyo, Kecamatan Godean.

Dirilis Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kabupaten Sleman, jenis komoditas yang ditampilkan berupa aneka olahan pangan lokal, aneka sayuran organik segar, benih tanaman hortikultura dan tanaman pangan, aneka tanaman hias seperti anggrek, aneka benih ikan konsumsi dan hias.

Dalam Gelar Potensi kali ini ditampilkan berbagai macam hasil penerapan teknologi tepat guna, berupa pembuatan pupuk kompos padat dan cair komoditas perikanan, yakni mol nasi agensia hayati.

Acara yang tidak kalah menariknya adalah promosi makan olahan daging kelinci dengan sasaran anak-anak sekolah dasar sebagai sarana pengenalan peternakan bagi anak-anak, serta lomba mancing untuk ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT).

Pada kesempatan tersebut, diserahkan sertifikat kenaikan kelas kelompok tani dan pengukuhan kelompok tani oleh Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pembangunan Kabupaten Sleman, Suyamsih, didampingi Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kabupaten Sleman, Widi Sutikno.

Mol Nasi Agensia Hayati

Nurwansyah dalam Wahana Pertanian Blogspot memaparkan, usaha peningkatan kualitas dan kuantitas hasil tanaman dapat dilakukan pemanfaatan agensia hayati, berupa cendawan dan bakteri. Bakteri dan cendawan dapat digunakan untuk menciptakan pertanian organik, antara lain bakteri tricoderma dan cendawan antomopatogen.

Agensia hayati juga memanfaatkan cacing untuk menghasilkan pupuk kascing yang berasal dari kotoran cacing, pupuk kandang berasal dari hewan ternak, mikroorganisme lokal yang dibuat dari buah-buahan dan hewani, serta pembuatan nutrisi sebagai pengganti pupuk kimia.

Bakteri tricoderma digunakan karena memiliki peran dalam merangsang pertumbuhan tanaman, penguraian bahan organik tanah dan mengantagonis tanaman. Pembiakan bakteri tricoderma melalui proses pemancingan bakteri ini dari alam yang dapat dilakukan menggunakaan tanah serta memanfaatkan rumpun bambu dengan media nasi.

Agensia hayati dapat ditumbuhkan pula melalui nutrisi berbahan baku dari alam, seperti pemanfaatan keong mas, tulang hewan, batang tembakau, cangkang telur, air cuka, air laut, gula memrah atau enau dan gula pasir. Nutrisi berfungsi sebagai penambah unsur hara pada tanaman.