Gebyar Pelangi Budaya Bumi Merapi, Warna-warni Sajian Kreasi Seni Ala Sleman

MENARI TAYUB - Sejumlah wisatawan asing menari tayub pada Gebyar Pelangi Budaya Bumi Merapi 2015. (Foto: Pemkab Sleman)
MENARI TAYUB – Sejumlah wisatawan asing menari tayub pada Gebyar Pelangi Budaya Bumi Merapi 2015. (Foto: Pemkab Sleman)

Sleman, JOGJADAILY ** Untuk menarik kedatangan wisatawan dalam dan luar ke negeri, banyak hal dikreasi Pemerintah Kabupaten Sleman. Salah satunya menggelar Gebyar Pelangi Budaya 2015. Diberi tajuk pelangi, karena memang bermacam pentas budaya ditampilkan, semarak bersama masyarakat Sleman.

“Antusiasme peserta dalam kegiatan ini ternyata tidak hanya dari DIY, melainkan hingga dari luar DIY, di mana kirab budaya yang diikuti oleh 54 kelompok, 6 kelompok di antaranya berasal dari Provinsi Bali, Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Riau, Provinsi Sumatera Barat, Kota Surabaya, dan Kabupaten Banjarnegara,” ujar Penjabat Bupati Sleman, Gatot Saptadi, Minggu (27/9/2015), dirilis Pemkab Sleman.

Puncak dari Gebyar Pelangi Budaya Bumi Merapi adalah Karnaval Budaya. Berbagai komunitas seni, budaya, dan stakeholder pariwisata melakukan kirab sepanjang 3 kilometer untuk melakukan display di hadapan dewan juri.

Karnaval mengambil start dari Lapangan Pemda ke utara hingga Perempatan Beran ke Timur, Perempatan Denggung ke kanan melalui Jalan KRT Pringgodiningrat, dan finish di hadapan dewan juri di jalan depan lapangan tenis/kolam tridadi.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk melestarikan seni dan budaya yang ada, dengan harapan, setelah kegiatan ini, dapat timbul kecintaan bagi masyarakat, khususnya generasi muda akan kekayaan seni dan budaya bangsa yang kita miliki,” terang Gatot.

Menurutnya, apresiasi para peserta dan masyarakat dalam acara ini tentu patut disyukuri, karena merupakan bukti bahwa penyelenggaraan Gebyar Pelangi Budaya Bumi Merapi mendapatkan respons cukup positif dari masyarakat Sleman dan peserta.

“Penyelenggaraan Gebyar Pelangi Budaya Bumi Merapi dapat memotivasi para peserta untuk terus berkreasi dalam seni dan budaya, sekaligus menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Sleman untuk dapat terus menyelenggarakan kegiatan yang dapat menjadi tontonan sarat tuntunan bagi masyarakat, memberi ruang berkreasi bagi para pecinta seni dan budaya, sekaligus dapat berperan akftif dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Sleman,” pungkasnya.

Disaksikan Wisatawan Asing 8 Negara

Sekira 17 wisatawan asing dari 8 negara turut menyaksikan rangkaian kirab. Mereka berasal dari Jepang, Thailand, Vietnam, Ukraina, Filipina, Meksiko, Singapura, dan Prancis. Bahkan turis asing turut menari tayub bersama 18 penari.

Kirab menghadirkan Drum Band Akademi Maritim Yogyakarta, Bregada Purna Paskibraka Indonesia, Bregada KRT Pringgodiningrat, Bregada Upacara Adat Bathok Bolu, Komunitas Paes Sekar Sedah.

Ada pula Desa Wisata Sidoakur, Batik Permata Bunda, Sadranan Agung Pangeran Purboyo, Desa Wisata Gabugan, Prodi Pariwisata UGM, Batik Sleman Mukti Manunggal, Bregada Waneng Caki Tempel, Ogoh-Ogoh Saparan Bekakan, Fakultas Teknik UNY, Desa Wisata Brayut.

Tidak hanya itu, turut memeriahkan kirab, yakni Upacara Adat Labuhan Merapi, Bregada Sentana Budaya, Desa Wisata Pajangan, Upacara Adat Saparan Kwagon, Tradisi Merti dusun Sri Tanjung, Desa Wisata Grogol, Desa Wisata Pulesari, Desa Wisata Brajan.

Selain itu, Museum Gunungapi Merapi, Museum Geoteknologi Mineral UPN, Poeri devata Resort, Hotel Royal Ambarukmo, Bank Sleman, Dimas Diajeng Sleman, Museum Sisa Hartaku, Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA, SMK Negeri 1 Tempel, Restoran Mr Blangkon, Monumen Yogya Kembali, Museum TNI AU Dirgantara Mandala, Museum Gempa Prof Sarwidi, dan Bank Sleman.