Optimalkan Bahan Baku lokal, Emping Garut Kulon Progo Laris di Pasaran

UNGGULAN - Emping Garut unggulan UPPKS Sektor Tengah Desa Karangsari, Kecamatan Pengasih. (Foto: BPMPDPKB Kulon Progo)
UNGGULAN – Emping Garut unggulan UPPKS Sektor Tengah Desa Karangsari, Kecamatan Pengasih. (Foto: BPMPDPKB Kulon Progo)

Pengasih, JOGJADAILY ** Mengoptimalkan bahan baku dari petani lokal di wilayah Desa Tawangsari Kecamatan Pengasih Kabupaten Kulon Progo dan sekitarnya, bisnis Emping Garut kini semakin banyak diminati.

“Seberapa pun jumlah produksi Emping Garut, semuanya akan terserap oleh pasar,” ujar Ketua Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) Sektor Tengah di Desa Karangsari Kecamatan Pengasih, Suhartati Ibrozi, Jumat (25/9/2015), dirilis Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kulon Progo.

Menurutnya, Emping Garut memang menjadi produk unggulan kelompok UPPKS Sektor Tengah. Emping tersebut diproduksi dan dijual ke pasaran dalam wujud masih mentah, dan ada yang telah masak atau digoreng siap santap.

“Pemasaran Emping Garut tidak menjadi masalah. Terbukti, emping ini sangat diminati masyarakat. Sementara bahan bakunya berasal dari petani lokal di wilayah Tawangsari dan sekitarnya,” tutur Suhartati.

Emping Garut dijual dalam kemasan 1 kilogram dan 0,5 kilogram. Pembeli dapat pula membeli kemasan lebih besar, dengan harga per kg mentah, Rp30 ribu.

“Produksi Emping Garut ini bila pas musim panen, Juli dan Agustus, cukup banyak, yakni mencapai 15 kuintal atau 1,5 ton per bulan. Namun, bila tidak musim panen, produksi agak menurun,” kata Suhartati.

Ia menambahkan, Emping Garut bisa jadi ikon produk lokal Kulon Progo. Karena, selain rasanya enak, makanan ini cukup tahan lama. Emping yang telah dimasak mampu bertahan dalam hitungan minggu, sementara emping mentah bisa disimpan berbulan-bulan.

“Lebih dari itu, tidak ada orang yang memiliki pantangan makan Emping Garut. Berbeda dengan emping melinjo yang dipantang oleh orang-orang penderita asam urat,” pungkasnya.

Camilan Sehat

Menurut Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta, Garut (Marantha arun dinacea) merupakan tanaman pangan lokal yang bermanfaat bagi kesehatan, terutama penderita diabetes atau penyakit kencing manis, karena memiliki kandungan indeks glisemik yang rendah dibanding jenis umbi-umbi yang lain. Selain itu, Garut adalah sumber karbohidrat.

Tanaman garut memiliki nilai ekonomi cukup tinggi dan dapat dijumpai hampir di seluruh wilayah Indonesia. Budidaya tanaman ini tidaklah sulit, karena mudah pemeliharaannya dan dapat tumbuh dengan baik pada lahan ternaungi. Apabila dibudidayakan secara intensif, Garut dapat menghasilkan rata-rata 21 ton/hektar.

Akhir-akhir ini, tanaman garut banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan lokal dan mulai dikembangkan untuk agroindustri rumah tangga di perdesaan. Dengan teknologi sederhana, Garut dapat meningkatkan nilai tambah (added value).

Umbi garut dimanfaatkan oleh masyarakat tani sebagai emping garut, sedangkan limbah dari produksi emping dimanfaatkan sebagai pati. Potensi umbi garut sebagai sumber karbohidrat dapat menghasilkan rendeman pati 15-20 persen.