Benik Poetik, Nglaras Bersama Klangenan Perkakas Lawas

MENARIK KARENA KUNO - Owner Benik Poetik, Arif Gunawan, di rumahnya, Kotagede. (Foto: Arif Giyanto)
MENARIK KARENA KUNO – Owner Benik Poetik, Arif Gunawan, di rumahnya, Kotagede. (Foto: Arif Giyanto)

Kotagede, JOGJADAILY ** Semakin metropolis sebuah kota, tidak selalu berarti dinamis-futuris. Bagi warga Kota Jogja, klangenan (kesukaan) justru diekspresikan dalam nuansa klasik-tradisional. Anda tentu tidak aneh dengan sepeda onthel, becak, andong, atau surjan dan blangkon di Kota Jogja. Sebuah ekspresi tentang warga Kota Jogja yang menjadikan masa lalu sebagai spirit masa depan.

Tampaknya, fenomena tersebut yang ditangkap para pebisnis perkakas lawas. Jogja yang mulai gegap gempita, memberi berkah tersendiri bagi sebagian pebisnis yang menjajakan produk zaman dahulu dan tentu, limited edition.

“Keunikan dan kelangkaan, serta semakin jarangnya produk yang ditemui di pasaran, akan semakin menarik konsumen untuk mencarinya,” ujar pebisnis vintage house ware, enamel ware, craft, dan old stuff, Arif Gunawan, kepada Jogja Daily, beberapa waktu lalu. Ia pemilik brand Benik Poetik yang berkantor di Kotagede.

Bisnis ini berawal sekira Juni 2014. Idenya, berjualan barang yang tidak banyak dijual orang lain. Selain karena pemilik yang memang menyukai barang-barang vintage.

“Awalnya, dulu sebatas barang-barang enamel, lalu merambah merambah ke pecah belah. Nah, sekarang masuk ke produk kerajinan yang stoknya melimpah,” tutur pedagang yang juga fotografer tersebut.

Menurutnya, peluang bisnis ini di masa depan masih menjanjikan. Karena, peminat sebenarnya semakin banyak. Anda dapat berkunjung ke pinterest.com dan mencari ‘enamel ware’. Motif-motif yang mewakili kerinduan masa lalu mulai banyak diminati.

“Peminatnya, bukan hanya dalam, tapi juga luar negeri. Sejauh pengalaman saya, baru sampai Malaysia. Harga barang pada kisaran Rp25 ribu hingga Rp250 ribu dianggap realistis oleh pasar,” ungkap Arif.

Ia memaparkan hambatan yang ditemui, yakni pada suplai barang, karena kebanyakan adalah discontinued produk. Untuk menyiasatinya, Arif memenuhi permintaan dengan menyisir toko-toko tua, dari satu toko ke toko lain.

Selain itu, sambungnya, dengan menyajikan selingan barang-barang baru yang ia anggap unik dan sejalan dengan tema brand. Sampailah ia pada produk kerajinan dengan pertimbangan, lebih mudah ketersediaan barangnya.

Jual Online

Menariknya, bisnis ini hanya dijalankan secara online. Arif mengandalkan onlinedisplay di media sosial dan blog. Walhasil, Benik Poetik dapat bertahan hingga kini. Promosi dilakukan intens secara online, kemudian calon pembeli berkunjung ke Jogja atau barang dikirim melalui jasa pengiriman.

Dukungan fotografi menjadi tips selanjutnya. Display barang secara online menjadi menarik karena foto produk yang fantastis dan dapat membuat calon pembeli untuk mulai bertransaksi.

Karena barang dagangan yang lumayan kuno, Arif mengaku, bisnis ini dapat saja mengalami kelesuan, karena problem ketersediaan barang. Hal tersebut sebaiknya mendapat perhatian khusus.