DutyPlant, Aplikasi Berbasis Android Tentukan Tanaman Perkebunan

CEK LAHAN - DutyPlant membantu petani dalam pengecekan lahan, untuk menentukan tanaman apa yang tepat. (Foto: Screenshot PlayStore)
CEK LAHAN – DutyPlant membantu petani dalam pengecekan lahan, untuk menentukan tanaman apa yang tepat. (Foto: Screenshot PlayStore)

Depok, JOGJADAILY ** Selama ini, evaluasi lahan yang dilakukan secara manual menggunakan buku panduan kesesuaian lahan, memiliki banyak kekurangan. Di samping tidak praktis dan kurang teliti, cara tersebut membutuhkan waktu cukup lama.

Kini hadir DutyPlant (Land Suitability for Plantation), sebuah aplikasi berbasis android untuk mengevaluasi kesesuaian lahan tanaman perkebunan dalam waktu relatif cepat. Dengan DutyPlant, petani akan mudah menentukan jenis tanaman yang akan ditanam di kebun rumah.

“Meski telah ada buku tentang kesesuaian lahan, tentu tidak mungkin dibawa ke mana-mana. Dengan aplikasi DutyPlant, seorang petani cukup memasukkan parameter-parameter yang sesuai dengan kondisi setempat dan sangat praktis,” ujar Dekan Fakultas Pertanian UGM, Jamhari, saat uji aplikasi, Selasa (13/10/2015), di Faperta UGM, dirilis Humas UGM.

Ia memberi apresiasi karya tersebut. Menurutnya, kegiatan evaluasi lahan dengan smartphone berbasis Android dapat mengatasi masalah yang sedang dihadapi para petani, terutama usaha pertanian dalam skala luas.

DutyPlant dikreasi Karina Inassyiva Rosmala, mahasiswi Fakultas Pertanian UGM Jurusan Tanah, dan Prawira Jalu Nindita, mahasiswa FMIPA Jurusan Ilmu Komputer pembuat aplikasi. Dengan kegiatan evaluasi lahan berbasis aplikasi ini, menurut keduanya, akan dapat diketahui tingkat kesesuaian lahan serta kendala-kendalanya.

“Evaluasi kesesuaian lahan dalam bidang pertanian berbasis aplikasi ini digunakan untuk mengetahui kecocokan suatu lahan beserta keadaan lingkungannya untuk ditanami komoditas tertentu,” terang Karina.

Ia menjelaskan, kini bila ingin menanam pohon tak perlu repot-repot harus berpikir, jenis pohon apa yang akan ditanam.

“Kita pun tak perlu lagi harus berlama-lama bertanya kepada penjual bibit pohon,” ungkapnya.

Unduh via PlayStore

Karina mengatakan, cara kerja aplikasi cukup dengan mengunduhnya di PlayStore dan di-install. Setelah itu, memilih komoditas dan memasukkan parameter-parameter evaluasi, seperti temperatur, kelembapan tanah, kemiringan, dan lain-lain.

Sementara komoditas, sambungnya, bisa memilih Cengkeh, Sawit, Tebu, Teh, Nanas, dan Coklat.

“Data yang diperlukan kita submit maka akan keluar tampilan, apakah lahan tersebut sesuai atau tidak untuk ditanami Cengkeh. Jika muncul lambang s1 artinya sangat sesuai, s2 sesuai, s3 kurang sesuai, dan N tidak sesuai sama sekali. Setelah keluar nilai keseuaian lahan maka akan keluar pula faktor pembatas atau yang membatasi lahan tersebut untuk bisa sangat sesuai,” tuturnya.

Berkat karya yang dibuatnya, Karina dan Prawira berhasil mendapat prestasi Juara 2 Agriculture Innovation Competition dalam rangka Gadjah Mada Agro Expo 2015. Selain itu, juara 2 C-Compiler (Competition of Computer Science and Electronics Student) tahun 2015.