Infrastruktur, Prioritas Visi dan Misi Calon Bupati dan Wakil Bupati Gunungkidul 2015-2020

NOMOR URUT - Rapat Pleno Pengundian Nomor Urut Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Gunungkidul 2015 digelar KPUD Gunungkidul, Selasa (25/8/2015), di Bangsal Sewokoprojo Wonosari. (Foto: Pemkab Gunungkidul)
NOMOR URUT – Rapat Pleno Pengundian Nomor Urut Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Gunungkidul 2015 digelar KPUD Gunungkidul, Selasa (25/8/2015), di Bangsal Sewokoprojo Wonosari. (Foto: Pemkab Gunungkidul)

Wonosari, JOGJADAILY ** Pilkada Gunungkidul 2015 tak lama lagi akan digelar. Empat pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Gunungkidul menyampaikan visi dan misinya kepada publik. Infrastruktur menjadi prioritas.

Pasangan Badingah dan Immawan Wahyudi menuliskannya dalam misi ‘peningkatan infrastruktur memadai untuk menggerakkan perekonomian yang tangguh berbasis potensi daerah’.

Sementara misi lain adalah peningkatan tata kelola pemerintah daerah yang baik (good governance), peningkatan kualitas sumberdaya manusia yang berdaya saing, pemantapan pengelolaan pariwisata yang profesional.

Selanjutnya, pengelolaan dan perlindungan sumberdaya alam secara berkelanjutan, serta pengembangan sektor-sektor unggulan daerah dan iklim investasi yang kondusif.

Semua misi tersebut direpresentasi oleh visi ‘mewujudkan Gunungkidul sebagai daerah tujuan wisata terkemuka dan berbudaya menuju masyarakat berdaya saing, maju, mandiri, dan sejahtera tahun 2020’

Dalane Amba Banyune Rata

Pasangan Benyamin Sudarmadi dan Mustangid menuangkan urgensi infrastruktur pada misi ‘pemberdayaan masyarakat melalui penguatan pembangunan berbasis desa yang berorientasi pada kemudahan akses dalane amba banyune rata (jalan lebar air merata)’.

Visi pasangan ini adalah ‘terwujudnya Gunungkidul yang mandiri lahir batin, jasmaniah, ruhaniah, bertumpu pada pemerintahan yang bersih dan berwibawa dilandasi oleh nilai-nilai luhur Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945’.

Misi penting lain adalah mengelola sumberdaya alam dengan lebih arif dan bijaksana melalui pengembangan sumberdaya manusia di semua sektor kehidupan.

Selain itu, mengupayakan reformasi birokrasi secara sungguh-sungguh menuju aparatur yang bersih dan responsif guna mewujudkan pelayanan prima dalam pemenuhan hak-hak dasar rakyat, seperti kependudukan (akta kelahiran, KTP, dan KK), kesehatan, dan pendidikan.

Selanjutnya, fokus pada pembangunan nyata perekonomian masyarakat dengan lebih memberi perhatian kepada sektor pertanian, pariwisata, perdagangan, industri, serta investasi perikanan dan kelautan.

Terakhir, peningkatan mutu kehidupan dengan pengembangan karakter, budaya, dan kearifan lokal.

Keistimewaan DIY

Mewujudkan pembangunan infrastruktur berkelanjutan termaktub dalam misi pasangan Djangkung Sudjarwadi dan Endah Subekti Kuntariningsih. Misi tersebut tergabung bersama mewujudkan masyarakat Gunungkidul dengan meningkatkan produktivitas sumberdaya manusia melalui kebijakan ekonomi kerakyatan dan peningkatan infrastruktur perdesaan dan perkotaan.

Selanjutnya, mewujudkan masyarakat Gunungkidul yang mampu berdaya saing, Gunungkidul sebagai sentra pertanian dan pariwisata, pemerintahan yang bersih dan baik, masyarakat Gunungkidul berkepribadian berlandaskan budaya adiluhung sebagai perwujudan keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sementara visi pasangan ini adalah ‘terwujudnya masyarakat Gunungkidul yang sejahtera, mandiri, dan berdaulat’.

Penguatan Desa

Pasangan Subardi TS dan Wahyu Purwanto tidak menyebutkan kata ‘infrastruktur dalam visi-misi mereka. Meski demikian, hampir semua poin dalam misi pasangan tersebut sangat jelas membutuhkan infrastruktur memadai.

Visi yang disampaikan adalah ‘terwujudnya masyarakat Kabupaten Gunungkidul yang mandiri, unggul, berbudaya, religius, dan sejahtera’.

Sementara misinya yakni memperkokoh ekonomi kerakyatan dengan prinsip kemitraan sinergis, antara masyarakat, swasta, dan pemerintah yang didukung pengelolaan berkelanjutan seluruh sumberdaya alam.

Selanjutnya, meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan akses terhadap pelayanan kesehatan berkualitas demi terwujudnya budaya hidup sehat; meningkatkan budaya belajar yang didukung oleh fasilitas pendidikan berkualitas, terjangkau, dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat; mengembangkan kualitas tata kehidupan masyarakat yang dilandasi kearifan lokal atau keadilan luhur budaya Gunungkidul.

Poin lain yaitu meningkatkan kapasitas kelembagaan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk mendukung pelaksanaan good governance yang lebih perspektif pada kolaborasi pemenuhan hak dasar warga dengan investasi sosial berupa pemberdayaan masyarakat.

Pasangan ini juga akan meningkatkan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat melalui penguatan desa dan pembangunan berbasis desa.