Kenduri Jogja, 100 Tumpeng Kebersamaan Warga Sambut HUT Kota Yogyakarta ke-259

100 TUMPENG – Sebanyak 100 buah tumpeng disajikan 95 hotel dan restoran di DIY yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Yogyakarta, dinikmati bersama oleh seluruh warga Kota Yogyakarta yang hadir dalam Kenduri Jogja. (Foto: Coki Anwar)
100 TUMPENG – Sebanyak 100 buah tumpeng disajikan 95 hotel dan restoran di DIY yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Yogyakarta, dinikmati bersama oleh seluruh warga Kota Yogyakarta yang hadir dalam Kenduri Jogja. (Foto: Coki Anwar)

Umbulharjo, JOGJADAILY ** Masyarakat Jawa memiliki berbagai macam kebudayaan yang sampai saat ini masih dilaksanakan, sehingga menjadi warisan budaya. Kebudayaan tersebut melahirkan berbagai macam tradisi yang dianut oleh masyarakat Jawa secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Salah satu tradisi yang dianut secara turun-temurun adalah tradisi Kenduri (Kenduren).

Kenduri biasanya digelar sebuah keluarga yang mempunyai hajat. Acara tersebut dilakukan dengan memberikan makanan yang telah didoakan bersama-sama untuk meminta keselamatan dan kelancaran atas hajat.

Seperti pada sore itu, Selasa (6/10/2015), Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY mempersembahkan ratusan tumpeng untuk Kenduri Jogja yang dihelat di halaman Balai Kota Yogyakarta, bertajuk Kenduri Jogja.

Kenduri Jogja termasuk serangkaian acara perayaan HUT Kota Yogyakarta ke-259. Prosesi Kenduri Jogja diawali dengan arak-arakan ratusan tumpeng yang dikawal oleh Bregodo Lombok Ijo, Bregodo Lombok Abang, dan Kalinyamat.

Tumpeng kemudian diserahkan kepada Walikota. Penyerahan kenduri dari masyarakat ke Walikota dapat dimaknai agar pemimpin mau dan mampu mengemban amanat untuk menggerakkan potensi yang ada di masyarakat agar optimal demi kesejahteraan masyarakat itu sendiri.

100 Arakan Tumpeng

Dalam kesempatan tersebut, Walikota mengucapkan rasa terima kasih kepada seluruh warga Kota Yogyakarta atas perkembangan serta berbagai prestasi yang diraih oleh Kota Yogyakarta hingga saat ini.

“Kenduri mencerminkan kebersamaan Kota Yogyakarta. Melalui kenduri, diharapkan tatanan masyarakat menjadi lebih baik. Bersatu padu dan memajukan wilayah Yogyakarta, baik masyarakat, pemerintah, maupun pelaku usaha; baik penghuni maupun yang sekadar berkunjung. Semua bisa bersinergi, berkembang bersama, agar tata lan titi kuthane, sehingga urip menjadi tentrem. Saya berterima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini telah mendukung pembangunan Kota Yogyakarta,” tuturnya.

Dalam Kenduri Jogja, disediakan 100 buah tumpeng dari 95 hotel dan restoran di DIY yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Yogyakarta. Tumpeng tersebut disajikan untuk dinikmati bersama oleh seluruh warga Kota Yogyakarta yang hadir. Para warga pun menikmati hidangan tumpeng sambil sesekali bercengkerama di sore nan permai.