Luas Panen Naik, Produksi Padi Sleman Meningkat 2,12 Persen

BERHASIL - Kunjungan Wantimpres ke Lokasi Minapadi Sleman, Februari lalu. (Foto: Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kabupaten Sleman)
BERHASIL – Kunjungan Wantimpres ke Lokasi Minapadi Sleman, Februari lalu. (Foto: Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kabupaten Sleman)

Sleman, JOGJADAILY ** Pada 2014, naiknya luas panen berdampak signifikan pada peningkatan produksi padi Kabupaten Sleman. Hari ini, Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kabupaten Sleman merilis peningkatan produksi padi sebesar 2,12 persen dibandingkan tahun 2013 yang mencatatkan 307.869 ton.

Program dan kegiatan pertanian pada 2014 mampu mendukung produksi tanaman pangan padi sawah dan ladang hingga 314.402 ton.

Kenaikan luas panen sebesar 5,49 persen dari 49.083 ha pada 2013 menjadi 51.780 ha pada 2014, pendampingan di tingkat petani, dan penurunan serangan Organisme Penganggu Tumbuhan (OPT) menjadi penyebab kenaikan produksi padi.

Sementara itu, produksi jagung mengalami penurunan akibat penurunan luas tanam jagung yang beralih ke tanaman padi.

Jumlah produksi ikan konsumsi juga meningkat sebesar 20,25 persen, dan produksi ikan hias meningkat sebesar 4,99 persen. Peningkatan produksi perikanan karena peningkatan luas kolam 6,98 persen, peningkatan jumlah kelompok pembudidaya 1,09 persen, peningkatan produktivitas alat tangka perairan umum, serta peningkatan pengetahuan dan keterampilan pembudidayaan ikan.

Minapadi dan Ugadi

Minapadi (ikan padi) dan ugadi (udang galah padi) menjadi penentu penting keberhasilan pertanian Kabupaten Sleman.

“Luas lahan pertanian Sleman sekitar 22 ribu ha. Ada sekitar 63 ha untuk lahan mina padi dan ugadi, karena tidak semua lahan pertanian bisa dijadikan sebagai lahan minapadi dan ugadi,” ujar Sekda Sleman Sunartono, sewaktu menerima Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Prof Sri Adiningsih, Februari lalu.

Ikan yang ditabur adalah jenis nila, tawes, dan udang. Sementara padi yang ditanam berjenis umur panjang dengan sistem Jajar Legowo (jarak tanam 25 cm x 12,5 cm). Saat ini juga dikembangkan minapadi model Kodal (kolam dalam 60-80 cm).

Minapadi dan ugadi di Sleman telah dilakukan selama dua kali. Lahan seluas 1.000 m dapat meningkatkan produksi padi sekitar 20-30 persen, ikan nila dan tawes 3-4 juta, dan udang 5-6 juta.

Sebelumnya, untuk 1000 m tanaman padi hanya mampu produksi 6 kuintal. Setelah dilakukan pola minapadi, produksi padi meningkat 7-8 kuintal ditambah keuntungan yang didapat dari ikannya.

Keuntungan

Keuntungan dari minapadi dan ugadi mengurangi penggunaan pupuk hingga 70 persen, karena kotoran ikan dapat menjadi pupuk tanaman, beras menjadi mentes, tanaman kokok dan gulma tanaman dapat menjadi makanan ikan dan udang. Tikus pun tidak masuk ke tanaman padi karena terhalang kolam.

Pola minapadi dan ugadi bisa dijadikan model secara nasional, karena terbukti meningkatkan produksi 20-30 persen yang dapat mendukung swasembada pangan.

Model ini juga dapat menjadi potensi wisata mina tur karena banyak orang tertarik untuk mengunjunginya. Selain dapat menikmati keindahan lingkungan, belajar, sekaligus menikmati ikan.