Milad FTSP UII ke-51, 45 Pakar Berembuk Restorasi Permukiman Desa-Kota

RESTORASI - Permukiman Kota Jogja di bantaran Kali Code. Restorasi permukiman desa-kota mendesak dilakukan di tengah dinamika kependudukan yang mulai kompleks. (Foto: Arif Giyanto)
RESTORASI – Permukiman Kota Jogja di bantaran Kali Code. Restorasi permukiman desa-kota mendesak dilakukan di tengah dinamika kependudukan yang mulai kompleks. (Foto: Arif Giyanto)

Ngaglik, JOGJADAILY ** Pada Milad Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Islam Indonesia (FTSP UII) ke-51, sejumlah 45 pakar bertukar pikiran membahas restorasi permukiman desa-kota dalam Konferensi Nasional Inovasi Lingkungan Terbangun (KNILT) 2015.

Acara digelar di Ruang Auditorium Lantai 2, Gedung Moh. Natsir, Kampus FTSP UII, Senin (12/10/2015). KNILT tahun ini merupakan konferensi nasional tahunan kali ketiga.

“Hasil KNILT ini seyogianya dapat menjadi masukan bagi pengambil kebijakan dalam menata infrastruktur atau pun kebijakan bagi pengembangan daerah, sehingga dapat mewujudkan konsep permukiman yang madani,” ujar Ketua Panitia, Yunalia Muntafi, dirilis Humas UII.

Menurutnya, kegiatan ini juga ditujukan untuk memberikan apresiasi kepada pihak dan lembaga terkait yang telah memberikan sumbangsih dalam bidang permukiman di perdesaan dan perkotaan.

adalah konferensi nasional tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), Universitas Islam Indonesia (UII). Konferensi ini merupakan kelanjutan dari Innovation on Built Environment (IBE) seminar dan salah satu rangkaian acara Milad FTSP UII ke-51.

“Restorasi permukiman merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memprakarsai atau mempercepat pemulihan permukiman desa-kota yang telah mengalami perubahan atau kerusakan akibat aktivitas manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung,” tutur Yunalia.

KNILT 2015 yang ke-3 tersebut mengambil tema ‘Restorasi Permukiman Desa-Kota’. Tema ini menekankan pemulihan entitas permukiman penduduk desa-kota Indonesia dalam penghidupan dan kehidupan yang bersentuhan dengan lingkungan terbangun.

Sejumlah 45 pakar menyampaikan makalah terkait. Mereka berasal dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta, instansi pemerintah, dan beberapa pusat studi. KNILT diselenggarakan sebagai wadah bertukar informasi, ide, pengalaman, dan ilmu pengetahuan untuk mendukung perkembangan permukiman masyarakat desa-kota.

Dihadiri Pihak Terkait

Pihak-pihak terkait yang hadir dalam KNILT 2015 adalah Menteri PDT dan Transmigrasi, Marwan Jafar; Plt. Bupati Sleman, Gatot Saptadi; Guru Besar Prodi Teknik Sipil UII, Prof Widodo; perwakilan PT Teknindo Geosistem Unggul, Wahyu P. Kuswanda.

“Mereka diharapkan dapat memberikan pandangan umum mengenai kondisi mutakhir permukiman desa-kota di Indonesia, khususnya terkait sistem, penyelenggaraan pengembangan infrastruktur, dan perancangan dalam pembangunan desa-kota,” kata Ketua Panitia.

Subtema yang diusung antara lain tentang penataan lingkungan permukiman, struktur dan konstruksi bangunan, infrastruktur perdesaan dan perkotaan, rekayasa geoteknik infrastruktur dan permukiman, serta kebijakan dan manajemen permukiman.

Ada pula Paralel Group Discussion yang dapat mempermudah peserta dalam mendalami kajian Restorasi Permukiman Desa-Kota sesuai tema yang diusung.

Pada hari kedua konferensi, peserta diajak berkunjung ke Desa Wisata Pentingsari. Desa ini merupakan desa wisata terbaik di DIY saat ini. Peserta juga melakukan field trip ke Lava tour Tlogo Putri Kaliurang.