Rintisan Energi Terbarukan, Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro Gemawang Diresmikan

TENAGA AIR - Peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro Gemawang, Senin (12/10/2015). (Foto: Humas UGM)
TENAGA AIR – Peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro Gemawang, Senin (12/10/2015). (Foto: Humas UGM)

Mlati, JOGJADAILY ** Memanfaatkan aliran sungai, Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dibangun di Pedukuhan Gemawang, Sinduadi, Mlati, Sleman. Pembangkit ini mampu menghasilkan listrik dengan kapasitas 4kWh.

“Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro ini memanfatkan aliran air irigasi dari Selokan Mataram yang memiliki debit air 100 liter/detik. Nantinya, listrik yang dihasilkan untuk penerangan warung-warung di area kuliner dan seni Gemawang serta kolam warga,” ujar Ketua Pelaksana Pengembangan PLTMH, Alva Edy Tontowi, saat peresmian, Senin (12/10/2015), dirilis Humas UGM.

PLTMH dengan kapasitas 4.000 watt dan dibangun menggunakan dana program CSR PT PLN P2B Jawa Bali tersebut diresmikan oleh Dekan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Prof Panut Mulyono.

“Dengan PLTMH diharapkan bisa memberi manfaat untuk penerangan masyarakat sekitar,” tutur Panut.

Ia menyampaikan, pembangunan PLTMH merupakan salah satu upaya UGM untuk mengembangkan energi terbarukan. Dengan langkah tersebut diharapkan membantu suplai kebutuhan listrik masyarakat, di tengah kondisi cadangan energi fosil yang semakin menipis.

“Pengembangan PLTMH ini sesuai dengan target pemerintah untuk meningkatkan energi listrik dari sumber-sumber energi terbarukan guna memenuhi kebutuhan energi di masyarakat yang semakin besar,” jelasnya.

Kepala Desa Sinduadi, Senen, menyampaikan ucapan terima kasih kepada UGM dan PLN yang telah menjadikan daerahnya sebagai lokasi pengembangan PLTMH. Kehadiran PLTMH diharapkan dapat dimanfaatkan oleh warganya secara maksimal.

“Di area ini akan dijadikan sebagai pusat seni dan budaya. Dengan adanya pembangkit mini ini diharapkan bisa untuk menghidupkan kegiatan di sini, sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Laboratorium Lapangan

Sementara itu, General Manager PT PLN P2B Jawa Bali, E. Hariyadi mengatakan, pengembangan PLTMH merupakan bagian dari program CSR PT PLN untuk meningkatkan energi listrik di Indonesia. Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan alam berlimpah yang bisa diubah menjadi energi terbarukan, seperti matahari, air, dan angin.

“Kami berkomitmen untuk meningkatkan potensi energi terbarukan karena sumber energi primer mulai berkurang. Salah satunya pengembangan energi mikro hidro ini,” jelasnya.

Hariyadi berharap, PLTMH bisa bermaanfaat bagi masyarakat setempat. Selain itu, keberadaan pembangkit ini bisa menjadi laboratorium lapangan untuk mendukung pembelajaran mahasiswa UGM.

“Ke depan masih perlu dipikirkan bagaimana untuk meningkatkan kualitas listrik yang dihasilkan. Juga terkait operasionalisasi, perawatan, serta pemeliharaan pembangkit listrik ini agar bisa berjalan optimal,” pungkasnya.