35 Tahun Teater Eska UIN Sunan Kalijaga, Belajar Menjadi Manusia Berbudaya

BERBUDAYA - Pentas 35 Tahun Teater Eska UIN Sunan Kalijaga. (Foto: Febri Aryanti)
BERBUDAYA – Pentas 35 Tahun Teater Eska UIN Sunan Kalijaga. (Foto: Febri Aryanti)

Gondokusuman, JOGJA DAILY ** Memperingati ulang tahun ke-35, Teater Eska Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka), bertekad menjadi manusia berbudaya. Mengusung tema ‘E(k)SKAvasi’ yang berarti ‘jejak’, Eska bermaksud mengingat kembali, jejak-jejak karya mereka.

“Kalau Butet mengatakan bahwa menonton teater itu adalah belajar menjadi manusia berbudaya maka proses kebudayaan tersebut dilakoni oleh Teater Eska UIN Sunan Kalijaga dengan bukan hanya menonton, akan tetapi dengan mengadakan acara peringatan 35 tahun Teater Eska,” ujar Lurah Eska, Jauhara Nadvi Azzadine, kepada Jogja Daily, Kamis (12/11/2015), di Kampus Suka.

Ia menerangkan, Teater Eska merupakan teater kampus bersistem anggota terbuka, untuk masyarakat umum. Karya-karya yang dihasilkan berupa lukisan-lukisan, poster-poster pertunjukan, pemutaran dokumenter pementasan, arsip-arsip pemetasan, dan buku-buku.

Acara milad digelar 12-14 November 2015, dimulai dengan Musyawarah Buku Lonceng Kerbau. Pembicara yang hadir adalah penulis buku Lonceng Kerbau, Mahendra, dan penyair, Otto Sukatno.

Dari Eska untuk UIN Suka

Hari ini, Jumat (13/11/2015) dibedah buku Bait-bait Multazam dengan pembicara Dosen Filsafat UGM, Farid Mustafa, dan penulis novel bestseller Perempuan Berkalung Sorban, Abidah El Khaliqie. Dan banyak pula pertunjukan seni yang ditampilkan.

“Harapannya, dengan berlangsungnya acara ini, Teater Eska mampu menghadirkan jejak yang memperlihatkan karya-karya seni dan karya-karya sastra di lingkungan sivitas akademi UIN Sunan Kalijaga. Karena, hasil karya sastra tersebut sebelumnya belum dilirik oleh sebagian besar sivitas akademika UIN Sunan Kalijaga,” tutur Lurah Eska.

Milad menampilkan banyak komunitas, seperti film, seni fotografi, lukis, dan sanggar lain di sekitar Yogyakarta. Salah satunya, komunitas Bagong dan KBTE (Keluarga Besar Teater Eska), dari lahir sampai sekarang.

“Sasaran ajaran sebenarnya, yaitu dari Eska untuk UIN. Dimaksudkan, karena UIN Sunan Kalijaga sebenarnya memiliki banyak elemen kesenian yang kadang kurang dilirik dan kadang kurang difasilitasi oleh kampus. Kampus belum terlalu banyak mendukung. Hal tersebut terlihat dari kesenian yang masih terrmarginalkan dengan apa-apa masih sendiri,” pungkas Lurah.