Blindformation, Aplikasi Khusus Tunanetra Seputar Informasi Pilkada

APPS TUNANETRA - Pasangan penyandang tunanetra berpartisipasi dalam Pemilu. (Foto: rumahpemilu.org)
APPS TUNANETRA – Pasangan penyandang tunanetra berpartisipasi dalam Pemilu. (Foto: rumahpemilu.org)

Depok, JOGJADAILY ** Banyak pemilih lanjut usia di daerah perdesaan dan terpencil yang datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) hanya diarahkan panitia ke bilik suara tanpa mengetahui dengan jelas profil calon yang akan dipilih. Bila para pemilih lanjut usia saja diperlakukan seperti itu, bagaimana dengan tunatera, juga para penyandang disabilitas?

Seorang mahasiswa Program Studi Ilmu Komputer UGM, Derta Isyajora Rakhman, berhasil merancang aplikasi khusus berisi informasi Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) yang khusus ditujukan bagi penyandang tunanetra, bernama Blindformation.

Aplikasi berbasis website tersebut dapat membantu para penyandang tunanetra untuk mengetahui informasi seputar Pilkada dan profil kandidat. Aplikasi ini dapat diakses langsung pada alamat blindformation.org.

“Intinya, aplikasi ini berbasis suara sehingga ada interaksi dengan tunanetra,” ujar Derta di Ruang Fortakgama, Gedung Pusat UGM, Selasa (17/11/2015), dirilis Humas UGM.

Ia menerangkan, setiap warga negara yang telah memenuhi syarat dapat menggunakan hak suaranya dalam Pemilu, tidak terkecuali penyandang tunanetra. Apalagi, dalam waktu dekat akan digelar Pilkada Serentak, 9 Desember 2015.

“Namun sayang, antusias para penyandang disabilitas untuk berpartisipasi kurang begitu diperhatikan karena minimnya sosialisasi. (Dengan Blindformation) penyandang tunanetra nantinya juga bisa mengenal lebih jauh profil calon yang akan dipilih,” jelasnya.

Untuk membuka aplikasi ini, sambung Derta, para penyandang tunatera setidaknya perlu didampingi membuka alamat website. Saat aplikasi sudah diakses, para penyandang hanya menekan tombol angka untuk menekan menu yang dipilih. Bahkan terdapat arahan memilih menu dengan suara.

“Memang saat membukanya masih dibantu orang lain, tapi bila sampai pada profil calon hanya cukup menekan tombol angka 1 hingga 8,” ungkapnya.

Mahasiswa kelahiran Pemalang Jawa Tengah itu mengatakan akan terus mengembangkan Blindformation dengan menambah konten berisi profil kandidat.

“Sebelum Pilkada serentak, saya harap bisa membuat profil Pilkada dari Jawa Barat dan Jawa Timur,” ucapnya.

Derta Isyajora Rakhman. (Foto: Humas UGM)
Derta Isyajora Rakhman. (Foto: Humas UGM)

Memang, informasi seputar Pilkada dan profil calon yang tersedia pada Blindformation masih sebatas profil kandidat di Provinsi DIY dan Pemerintah Kota Surabaya.

Alasan Derta mengapa belum semua kandidat di daerah lain ikut dipasang, karena Blindformation baru dibuat dua minggu lalu saat lomba Pilkada Apps Challenge Code for Vote 4.0 yang diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum, 8 November 2015 di Jakarta.

Blindformation berhasil menjadi juara satu untuk kategori aplikasi bagi disabilitas.

Tepis Diskriminasi

Upaya penghilangan diskriminasi bagi difabel dalam bidang pendidikan, kesehatan, transportasi umum, hukum, dan perbankan di DIY memang terus dilakukan, baik melalui kajian, kampanye, sosialisasi, sampai kebijakan.

Beberapa kasus yang dapat dikemukakan adalah jaminan kesehatan bagi para difabel, pelayanan hukum dan perbankan bagi difabel, dan pendaftaran asuransi bagi difabel.

Selain itu, transportasi yang ramah dan bisa diakses difabel, keterwakilan difabel dalam sektor pemerintahan dan swasta, serta problem diskriminasi dunia pendidikan.

Enam indikator inklusivitas menurut UNESCO meliputi aksesibilitas bangunan dan infrastruktur, lingkungan sosial yang positif, keterjangkauan sarana bagi difabel, ketersediaan, kualitas layanan, serta partisipasi dari warga difabel.