Ciandari, Kerajinan Batik Aplikasi Penuh Kreasi Asli Jogja

BATIK APLIKASI - Sarung bantal kursi karya Ciandari. (Foto: Ciandari)
BATIK APLIKASI – Sarung bantal kursi karya Ciandari. (Foto: Ciandari)

Wirobrajan, JOGJADAILY ** Bila Anda ingin berhasil, bisa jadi Anda justru tidak perlu menuruti tren yang sedang berkembang di pasaran. Bukan berarti melawan pasar, mengkreasi produk unik yang tidak umum dengan menjaga kualitas tanpa henti ternyata formula efektif untuk mempertahankan usaha.

Demikian salah satu prinsip penting dalam berbisnis yang disampaikan Heri Hermanto. Ia adalah pemilik usaha kerajinan batik aplikasi Kota Yogyakarta, Ciandari, yang beralamat di Sindurejan WB III/48 RT 43 RW 09 Patangpuluhan Wirobrajan.

Heri yakin, meski terkadang di satu tempat, sebuah produk bisa jadi ditolak karena harganya yang mahal, bukan berarti produk tersebut kemudian divonis tidak laku.

“Laku atau tidak laku itu sudah ada yang mengatur. Tugas kita adalah berusaha. Produk saya awalnya tidak mendapat tempat di pasaran. Tidak ada yang mau dititipi. Salah satu alasannya, karena mahal,” kenang Heri.

Meski demikian, sambungnya, ia terus berjalan. Ia tidak lantas menurunkan kualitas agar biaya produksi berkurang, dan harga menjadi lebih miring. Menurutnya, produk yang tidak diterima karena mahal, berarti tidak tepat bidikan pemasarannya.

“Alhamdulillah. Sekian waktu, akhirnya ada juga yang mau menerima produk saya. Rata-rata memang menengah ke atas. Dari mulut ke mulut, bisnis saya kemudian terus membaik, hingga sekarang,” ujar alumnus kampus Desain Grafis tersebut.

Sejak berdiri pada 2004, Ciandari tidak mengikuti tren yang ada. Produk yang diproduksi dijual mulai harga Rp65 ribu. Terbilang mahal untuk ukuran biasa, tapi soal kualitas, produk dapat diadu dengan produk mana pun, baik dalam maupun luar negeri.

“Ciandari memproduksi berbagai macam aksesoris pelengkap interior rumah dari bahan dasar blaco yang dikombinasikan dengan batik maupun aplikasi bordir. Produk Ciandari antara lain sarung bantal kursi, sarung bantal lantai, korden, taplak meja makan, tutup kulkas, dan tutup galon,” terang Heri.

Ia menjelaskan, kain blaco, atau disebut juga kain blacu, adalah kain mentah berbahan dasar katun atau kapas. Selain ekonomis dan berwarna natural, kain blaco sangat kuat, fleksibel, mudah dicuci, dan diseterika.

“Produk Ciandari berbahan blaco kasar dan halus. Meski berbeda, prinsipnya, produk kami menjadi nyaman dipakai dan ramah lingkungan,” tutur Heri.

Kustom

Bak berfilosofi kain blaco yang fleksibel, Ciandari pun menerima order kustom. Artinya, pembeli tinggal mengontak atau datang untuk memesan produk yang diingini, pun bila belum ada desainnya. Ciandari akan dengan senang hati melayani kustomernya.

“Bila perlu, galeri Ciandari siap 24 jam bila ada yang memerlukan. Bagi kami, kepuasan pembeli yang utama,” kata Heri.

PAMERAN - Pemilik Ciandari, Heri Hermanto (ketiga dari kanan), bersama Dinas Indagkoptan Kota Yogyakarta, dalam sebuah pameran. (Foto: Ciandari)
PAMERAN – Pemilik Ciandari, Heri Hermanto (ketiga dari kanan), bersama Dinas Indagkoptan Kota Yogyakarta, dalam sebuah pameran. (Foto: Ciandari)

Ia mengatakan, salah satu kelebihan Ciandari tentu saja ada pada tangan dinginnya sebagai pendesain produk. Pengalamannya selama ini semakin menempa kepekaan desain dan kualitas produk yang disajikan.

Sebelum memungkasi pembicaraan, Heri berpesan kepada generasi muda untuk terus kreatif. Berusaha dengan apa yang ada lebih baik, daripada berangan-angan menunggu sesuatu yang belum tentu ada.

“Umumnya pebisnis pemula mempersoalkan modal. Bila tidak ada modal, mereka sulit memulai usaha. Menurut saya tidak demikian. Dengan apa yang ada, tetap bergeraklah. Sedikit demi sedikit, bisnis akan berkembang,” kata Heri.

Soal pengertian, apa itu batik aplikasi, tambahnya, tidak perlu diperdebatkan. Dengan senyum renyah ia menegaskan, “Batik aplikasi adalah Ciandari dan Ciandari adalah batik aplikasi. Begitu saja.”