Desember, Lomba Pidato Bahasa Jawa Meriahkan Festival Pendidikan 2015

Museum Pendidikan Indonesia. (Foto: MPI)
Museum Pendidikan Indonesia. (Foto: MPI)

Depok, JOGJADAILY ** Pada 16-18 Desember 2015, selain mengekspose karya pelaku pendidikan, Festival Pendidikan 2015 akan dimeriahkan bermacam perlombaan. Salah satunya, Lomba Pidato Bahasa Jawa. Menarik, bukan?

“Selama festival, akan dilaksanakan berbagai lomba yang bisa diikuti oleh siswa, mahasiswa, dan masyarakat umum,” ujar Kepala Museum Pendidikan Indonesia (MPI), Sardiman AM, Jumat (27/11/2015).

Lomba-lomba tersebut di antaranya Lomba Mewarnai, Lomba Menggambar dengan Sabak , Lomba Pidato Bahasa Jawa, Lomba Dongeng Fabel, Lomba Fashion Show, Lomba Poster, Lomba Fotografi, dan Lomba Stand Up Comedy.

Festival Pendidikan 2015 digelar atas kerja sama MPI dan Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Festival bertema ‘Teknologi Pendidikan dan Museum sebagai Sarana Pembelajaran yang Menyenangkan’ tersebut akan dimeriahkan karnaval, pameran, dan berbagai lomba.

“Festival Pendidikan ini sangat penting, karena akan menunjukkan karya-karya pelaku pendidikan, juga sebagai sarana promosi,” tutur Sardiman.

Ia menerangkan, museum adalah wahana pendidikan. Festival Pendidikan mengekspose atau menampilkan karya-karya pelaku pendidikan, baik guru, siswa, mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum melalui karnaval dan pameran.

“Festival ini juga bisa menjadi wahana promosi MPI sendiri, serta para peserta pada festival. Karena, dari karnaval dan pameran yang diadakan, peserta bisa memamerkan berbagai hasil karya, baik lembaga maupun pribadi masing-masing,” ucap Sardiman.

Acara berlokasi di MPI Kampus Pusat UNY, dimulai dengan Parade Hadroh, berlanjut Karnaval Pendidikan dengan rute MPI UNY-Jalan Affandi-Pasar Demangan-Jalan Urip Sumohardjo-Jalan Prof Yohannes-Jalan Colombo-Rektorat UNY-MPI UNY.

Tak hanya itu, selama berlangsungnya festival, diselenggarakan Pameran Pendidikan pukul 09.00-16.00. Pameran akan menampilkan prestasi karya siswa dan mahasiswa dari berbagai lembaga pendidikan, kebudayaan dalam 20 stand.

Bagi yang tertarik, sejak 20 November 2015 hingga 14 Desember 2015, dibuka pendaftaran peserta karnaval, pameran, dan lomba.

Media Partner

Festival Pendidikan 2015 menjadi momentum penting bagi konsolidasi stakeholders pendidikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di DIY pada khususnya, dan Indonesia pada umumnya. Dengan penghormatan setinggi-tingginya, Jogja Daily bersedia menjadi media partner.

Chief Editor Jogja Daily, Astama Izqi Winata. (Foto: Jogja Daily)
Chief Editor Jogja Daily, Astama Izqi Winata. (Foto: Jogja Daily)

“Prinsipnya, pendidikan adalah tolok ukur utama tinggi atau tidaknya peradaban sebuah bangsa. Setelah Jogja didapuk sebagai kota dengan kampus terbanyak se-Indonesia, Festival Pendidikan tentu saja semakin memperkuat peluang Jogja menjadi kekuatan inti pendidikan nasional,” kata Chief Editor Jogja Daily, Astama Izqi Winata.

Sebagai media yang concern pada isu kejogjaan, sambung Astama, Jogja Daily menganggap pendidikan sebagai tulang punggung eksistensi Jogja.

“Baik-buruk Jogja sangat ditentukan oleh baik-buruknya pendidikan. Pendidikan formal hingga ekses pendidikan yang semoga dapat bermanfaat,” pungkasnya.