Gee Batik, Kisah tentang Berkah Batik Tulis dan Fashion Show

POPULER - Pemilik Gee Batik, Sugeng Waskito, menampilkan batik tulis karyanya dalam Jakarta Fashion & Food Festival 2015. (Foto: JIFF)
POPULER – Pemilik Gee Batik, Sugeng Waskito, menampilkan batik tulis karyanya dalam Jakarta Fashion & Food Festival 2015. (Foto: JIFF)

Danurejan, JOGJADAILY ** Apabila Anda hendak membeli batik, kemudian sang penjual menyebut angka ratusan ribu hingga jutaan rupiah, bisa jadi batik yang dimaksud adalah batik tulis. Sebaiknya, janganlah ditawar, karena batik tulis memang dikerjakan dengan tingkat kesulitan tinggi.

Menulis dan menggoreskan cairan ‘malam’ pada permukaan kain, atau biasa disebut ‘canting’, batik tulis diproduksi dalam waktu yang lebih lama, membutuhkan proses lebih rumit, dan eksklusif buatan tangan.

Adalah Gee Batik, pengrajin batik tulis Kota Yogyakarta yang tetap mempertahankan kualitas, di tengah serbuan batik berharga murah di pasaran. Bila Anda berkunjung ke ruang pamer mereka di Lempuyangan DN III/357 RT 016 RW 005 Bausasran Danurejan, Anda akan beruntung, karena dapat melihat proses pembuatan batik tulis secara langsung.

“Selama ini, orang mengenal batik identik dengan motif-motif klasik, seperti parang, kawung dan sebagainya, yang tertata sesuai patokan motifnya serta warna-warna yang gelap, sogan, dan putih,” ujar pemilik Gee Batik, Sugeng Waskito, Kamis (26/11/2015).

Di tangan Gee Batik, jelasnya, tampilan batik akan menjadi berbeda, dengan bahan katun, sutera, dan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM).

“Gee batik mengkombinasikan motif klasik dan modern, seperti motif katak berbadan, motif klasik parang, serta lukisan abstrak yang dipadu dengan motif klasik, dan masih banyak lagi,” tutur penerima penghargaan Paramakarya 2013 tersebut.

Menurut Sugeng, warna-warna terang yang dipakai membuat batik terkesan glamor dan indah. Ditambah model baju yang simpel akan cocok dipakai dalam berbagai suasana.

“Jika ingin tampil beda dan gaya dengan batik, pastikan Gee Batik pilihannya,” tuturnya berpromosi.

Ia menambahkan, Gee Batik selektif dalam memilih bahan produksi untuk mengoptimalkan kualitas produk dan ujungnya, kepuasan konsumen.

Satu Motif Satu Model Baju

Gee Batik menjaga keeksklusifan produk dengan menggunakan satu motif hanya untuk satu model baju. Private order seperti ini justru menjadi kekhasan Gee dalam melayani pelanggan setianya.

“Jumlahnya banyak sekali, sampai saya lupa. Pembeli datang silih berganti, memesan batik yang mereka inginkan dan hanya satu-satunya,” ucap Sugeng.

Nah, karena itu pulalah, Gee Batik banyak turut dalam berbagai fashion show, dan berhasil mengukuhkan pemiliknya sebagai salah satu desainer ternama. Karena fashion show, para pesohor lantas tertarik untuk memesan batik.

Selain itu, Gee Batik, intens menggunakan website sebagai sarana promosi dan pemasaran produk. Hasilnya, Gee Batik kini dikenal hingga mancanegara, termasuk Eropa. Pemasaran secara online membuka peluang konsumen yang tak terbatas.

“Gee Batik juga membuat akun social media untuk berpromosi,” pungkasnya.