Kesenian Gejog Lesung Meriahkan Panggung Kangen Jogja

SENI RAKYAT - Gejog Lesung saat tampil dalam Festival Budaya Kecamatan Berbah 2015. (Foto: Kecamatan Berbah)
SENI RAKYAT – Gejog Lesung saat tampil dalam Festival Budaya Kecamatan Berbah 2015. (Foto: Kecamatan Berbah)

Gondomanan, JOGJADAILY ** Pagelaran Kangen Jogja bulan November 2015 menampilkan Kesenian Gejok Lesung dari kelompok Gejok Lesung Bregada Nyutro Budaya. Pentas setiap Sabtu malam pada minggu terakhir di halaman Monumen Serangan Oemoem 1 Maret ini meraih antusiasme warga dan wisatawan.

Selain Kesenian Gejok Lesung, hadir Paguyuban Seni Kethoprak Kecamatan Mergangsan, Mergangsan Radio Community, dan Paguyuban Seni Kethoprak Wiroguno Mudo Budoyo.

Tak kalah menarik, turut pula kontingen penari Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang menampilkan tarian tradisional daerah Lampung.

“Panggung Kangen Jogja merupakan realisasi perhatian pemerintah kota terhadap perkembangan kesenian tradisi. Selain itu, efek dari acara tersebut diharapkan dapat meningkatkan jumlah wisatawan, baik asing maupun lokal,” Kepala Bidang Obyek dan Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta, Budi Santoso, saat ditemui di lokasi pagelaran, Sabtu (28/11/2015).

Acara tersebut, sambungnya, merupakan agenda reguler Pemerintah Kota Yogyakarta untuk memperkenalkan kesenian tradisi Yogyakarta kepada wisatawan.

“Kangen Jogja digelar setiap hari Sabtu malam di minggu terakhir. Diharapkan, ketika wisatawan melihat, sepulang ke daerah masing-masing, mereka akan menceritakan pengalaman berwisata di Jogja kepada kawan dan saudara, sehingga akan meningkatkan jumlah wisatawan. Itulah kenapa dinamakan Kangen Jogja,” papar Budi.

Ia menyampaikan, pemilihan halaman Monumen Serangan Oemoem 1 Maret sebagai lokasi pagelaran lantaran lokasinya bersebelahan dengan Titik Nol Kilometer. Titik Nol Kilometer dikenal sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Kota Yogyakarta.

“Setiap penyelenggaraan, pengunjungnya tidak hanya wisatawan. Masyarakat pun juga turut hadir berbaur dengan pendatang. Makin malam, pertunjukan kami setting untuk bisa mengikutsertakan keterlibatan masyakarat. Misalnya, dengan pembagian doorprize dan dengan MC yang mengumpankan humor-humor segar ke masyarakat. Jadi, suasana yang ada bisa hidup,” ucapnya.

Festival Gejog Lesung

Kesenian Gejog Lesung asli Yogyakarta merupakan orkestrasi lesung (tempat menumbuk padi) yang awalnya sering dimainkan saat bulan purnama. Kini Gejog Lesung dapat dijumpai pada acara-acara seremonial dan tradisi.

Sabtu (24/10/2015) digelar Festival Gejog Lesung se-DIY di Desa Wisata Krebet, Sendangsari, Pajangan, Bantul. Pesertanya adalah grup yang mewakili desa/kampung wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejumlah 11 grup tampil pada festival. Masing-masing menyanyikan tiga buah lagu.

Desa Wisata Krebet Kabupaten Bantul dinobatkan sebagai Juara I, disusul Kampung Wisata Kadipaten Kota Yogyakarta (Juara II), Desa Wisata Gulurejo Lendah Kabupaten Kulon Progo (Juara III).

Sementara Juara Harapan I diraih Desa Wisata Mangunan Kabupaten Bantul, Juara Harapan II Kampung Wisata Rejowinangun Kota Yogyakarta, Juara Harapan III Desa Wisata Nglipar Kabupaten Gunungkidul, dan Juara Favorit Desa Wisata Ketingan Kabupaten Sleman.