Lurah Desa Panggungharjo: Pemerintah Desa Efektif Bila Didukung Kepercayaan Warga

STUDI BANDING - Lurah Desa Panggungharjo Sewon Bantul, Wahyudi Anggoro Hadi (paling kiri), saat menerima studi banding sejumlah perangkat desa dan kecamatan dari Kabupaten Kutai Kartanegara, Jumat (20/11/2015). (Foto: Arif Giyanto)
STUDI BANDING – Lurah Desa Panggungharjo Sewon Bantul, Wahyudi Anggoro Hadi (paling kiri), saat menerima studi banding sejumlah perangkat desa dan kecamatan dari Kabupaten Kutai Kartanegara, Jumat (20/11/2015). (Foto: Arif Giyanto)

Sewon, JOGJADAILY ** Efektivitas pemerintahan desa sangat tergantung pada dukungan kepercayaan warga. Untuk meraih kepercayaan tersebut, bermula dari pemilihan kepala atau lurah desa yang bebas politik uang.

“Bagaimana mungkin 33 pegawai desa dapat melayani 25.727 jiwa warga Panggungharjo, bila tanpa kepercayaan? Kompetensi sosial itu diraih dengan kompetensi birokrasi desa yang menyentuh kebutuhan warga serta pemerintahan desa yang bebas beban politik, karena saat pemilihan, tidak dengan jalan politik uang,” ujar Lurah Desa Panggungharjo Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul, Wahyudi Anggoro Hadi, di kantornya, Jumat (20/11/2015).

Ia menerangkan, pemerintahan desa hanyalah penyelenggara administrasi, karena warga punya eksistensi sendiri. Meski demikian, warga membutuhkan kepemimpinan, untuk menjalankan program kolektif berkesinambungan yang bermanfaat bagi kepentingan bersama.

“Salah satu program unggulan Desa Panggungharjo adalah pengelolaan ekonomis sampah. Petugas sampah yang mengumpulkan sampah warga juga berperan sebagai mata dan telinga pemerintahan desa. Aspirasi warga dapat diukur, salah satunya, dari interaksi petugas pengumpul sampah dengan warga saat mengambil sampah,” terang alumnus Pondok Pesantren Kodama, Krapyak, itu.

Wahyudi juga sadar, pendidikan teramat penting bagi warganya. Oleh karena itu, ia mencanangkan program Satu Rumah Satu Sarjana. Sebuah program strategis, karena Panggungharjo berada di perbatasan Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul. Desa yang bertumpu pada sumberdaya manusia, bukan sumberdaya alam.

“Indeks Pendidikan Desa Panggungharjo ternyata lebih tinggi dibandingkan Indeks Pendidikan Nasional. Pada tahun 2013, Indeks Pendidikan Desa Panggungharjo mencapai 69, sementara Indeks Pendidikan Nasional hanya 61,70. Pada tahun 2014, Indeks Pendidikan Desa Panggungharjo hingga 69,55 dan Indeks Pendidikan Nasional 62,90,” ucapnya.

Dalam hal pendidikan, Pemerintah Desa Panggungharjo juga melakukan fasilitasi tanah kas desa untuk bangunan sekolah, meningkatkan akses terhadap layanan pendidikan murah, serta fasilitasi bantuan sosial untuk kelompok belajar atau taman kanak-kanak.

Juara I Lomba Desa Tingkat Nasional 2014

Desa Panggungharjo meraih Juara I Lomba Desa dalam Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Nasional 2014 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Perlombaan desa dan kelurahan dimaksudkan sebagai upaya pemberdayaan untuk pembangunan berkelanjutan yang berbasis pada masyarakat.

Penilaian terhadap desa dan kelurahan dilakukan dalam kurun waktu dua tahun terakhir, melalui mekanisme penilaian secara berjenjang. Kemendagri membandingkan data potensi yang dimiliki suatu desa dan pengembangannya sejak awal 2012 hingga akhir 2013.

Indikator penilaian yang digunakan oleh tim penilai adalah pengelolaan fasilitas desa; sarana dan prasana di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, keamanan, dan ketertiban; serta pemberdayaan kesejahteraan keluarga pada masyarakat desa.

Selain itu, untuk penilaian tingkat nasional ditambah dengan indikator penguatan pembangunan desa, inisiatif dan kreativitas daerah, serta tingkat kepatuhan terhadap penyelenggara pemerintahan.