Manggar Natural, UMKM Pengrajin Tas Rotan Kualitas Ekspor

NATURAL - Tas rotan bernuansa natural karya Manggar Natural Kota Yogyakarta. (Foto: Manggar Natural)
NATURAL – Tas rotan bernuansa natural karya Manggar Natural Kota Yogyakarta. (Foto: Manggar Natural)

Pakualaman, JOGJADAILY ** Bertandanglah ke ruang pamer Manggar Natural di Jalan Masjid No. 3 RT/RW 040/009 Purwokinanti Pakualaman. Anda akan disuguhi lusinan kerajinan handmade kualitas ekspor, seperti tas, dompet, hingga kotak laundry. Impor? Bukan. Semua karya tersebut asli buatan dalam negeri.

Produk-produk Manggar Natural dibuat dari bahan rotan, mendong, pandan, atau kayu, hingga melahirkan warna dan kesan natural yang sangat kuat. Sebut saja tas rotan Anisa yang berdesain unik dengan kemodernan yang tetap terjaga. Atau Nimas Bag, sebuah tas berbahan kayu sonokeling kombinasi kayu jati yang dipadu dengan kulit asli.

“Peluang pasar untuk tas sangatlah besar. Asalkan desain dan kualitasnya unggul, bukan tidak mungkin, pasar ekspor akan terbuka luas,” ujar pemilik Manggar Natural, Yovita Sri Setyaningsih, di ruang pamer Manggar Natural, Rabu (25/11/2015).

Manggar Natural berdiri pada 2009, berawal dari hobi mengoleksi tas dan usaha rental mobil. Yovita menangkap peluang bisnis tas berbahan natural dari tingginya tingkat kunjungan ke Jogja, baik untuk kepentingan bisnis atau yang lain.

“Mereka tidak cukup waktu untuk membeli oleh-oleh. Manggar Natural menjadi solusinya,” kata alumnus ASMI Yogyakarta 1998 itu.

Pemilik Manggar Natural, Yovita Sri Setyaningsih. (Foto: Manggar Natural)
Pemilik Manggar Natural, Yovita Sri Setyaningsih. (Foto: Manggar Natural)

Setelah bisnis mulai dikenal, Manggar Natural intens turut dalam pameran dan program yang diadakan pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pusat.

“Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah, karena telah memberi saya bermacam pelatihan, juga fasilitasi pameran, dalam dan luar negeri,” ungkap Yovita.

Meski demikian, ia berharap, keberlanjutan program sangatlah penting. Tidak jarang terjadi, program yang telah berjalan dengan baik, tiba-tiba berhenti di tengah jalan, karena pergantian pimpinan.

“Jadi menurut saya, pemerintah sudah sangat perhatian pada pebisnis seperti saya. Sebaiknya, bagi siapa pun yang telah difasilitasi pemerintah, untuk tidak memberatkan. Dukunglah program yang ada,” katanya.

Peran Website

Ia berkisah, setiap pameran, terutama di luar negeri, selain kualitas, tata cara menyapa konsumen sangatlah penting. Lebih detail, tata cara tersebut menjadi sangat beragam, bila pameran digelar di berbagai negara yang memiliki latar budaya tidak sama.

“Kalau kita salah menyapa, pengunjung biasanya tidak mau mampir ke stand kita. Karena mereka adalah pembeli yang melek produk. Mereka akan mampir, bila kesan yang kita munculkan, membuat mereka nyaman ditambah kualitas barang kita yang juga bagus,” terang perempuan kelahiran Yogyakarta, 17 Mei 1974, tersebut.

Website dan email, sambungnya, ternyata juga bukan hal sepele. Setiap kali pengunjung mampir, kebanyakan dari mereka akan bertanya alamat website dan email. Tidak jarang, menurut Yovita, pengunjung segera pergi dari stand, hanya karena tidak adanya alamat website.

“Website adalah wajah saya. Bagaimana orang melihat Manggar, diawali dari apa yang saya tampilkan di website saya,” tutur istri Dokter Asdi Yudiono ini.