Perkuat Social Entrepreneurship, UGM Bangun Lab Olah Daging Ayam Berkapasitas Besar

LAB UNGGAS - Groundbreaking laboratorium pascapanen industri peternakan dan rumah potong ayam di kawasan PIAT, Madurejo Prambanan, Kamis (26/11/2015). (Foto: Humas UGM)
LAB UNGGAS – Groundbreaking laboratorium pascapanen industri peternakan dan rumah potong ayam di kawasan PIAT, Madurejo Prambanan, Kamis (26/11/2015). (Foto: Humas UGM)

Prambanan, JOGJADAILY ** Untuk memperkuat kapasitas social entrepreneurship mahasiswa dan peneliti, Universitas Gadjah Mada (UGM) membangun laboratorium pascapanen industri peternakan dan rumah potong ayam berkapasitas 15 ribu ekor per hari.

Bekerja sama dengan PT Ciomas Adisatwa, laboratorium yang menempati lahan seluas 9.832 meter persegi tersebut, menelan biaya Rp35 miliar, serta berada di kawasan Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) Desa Madurejo, Prambanan, Sleman.

“Hal ini sesuai dengan semangat social entrepreneurship yang dicanangkan oleh UGM untuk menumbuhkan sosial ekonomi bagi masyarakat dan bisa diterapkan industri,” ujar Rektor UGM, Prof Dwikorita Karnawati, saat Groundbreaking, Kamis (26/11/2015), dirilis Humas UGM.

Ia mengatakan, pembangunan pabrik pengolahan pascapanen untuk industri unggas ini diharapkan bisa memberikan manfaat bagi mahasiswa dan peneliti UGM.

“Lab skala mini industri ini memberi kesempatan pada peneliti mengembangkan inovasinya,” kata Rektor UGM.

Keberadaan rumah potong ayam, sambungnya, bisa menjadi tempat magang dan rujukan bagi mahasiswa untuk mengetahui secara langsung proses pengolahan pascapanen industri peternakan ayam.

Rencananya, bangunan laboratorium dan rumah potong ayam akan digunakan sebagai pengolahan hasil panen ternak ayam yang dipasok 95 orang peternak mitra serta menjadi lokasi riset dan pembelajaran mahasiswa UGM.

“Manfaat bagi mahasiswa tentu mereka dapat melihat langsung penerapan ilmunya, sehingga ketika lulus sudah siap dan bisa mampu bersaing,” tutur Dwikorita.

Meski sebatas wahana pengembangan riset, sambungnya, kerja sama pembangunan laboratorum tersebut mempertegas komitmen UGM melalui mitra industri untuk mendukung kebijakan pemerintah mewujudkan program ketahanan pangan.

“Bagi Ciomas Adisatwa, memberikan manfaat dari sisi bisnis perusahaan lewat pengembangan inovasi produk,” ucap Rektor.

Sejak 2003

Kerja sama PT Ciomas Adisatwa dengan UGM bukanlah kali pertama ini dilakukan. Sebelumnya, Ciomas telah menjalin kerja sama sejak 2003 dengan membangun dua buah kandang ayam di Fakultas Peternakan UGM.

Menurut Direktur PT Ciomas Adisatwa, Yahja Djanggola, ide untuk membangun laboratorium pengolahan daging ayam telah dirintis dua tahun terakhir.

“Tekad kami, ingin berbuat sesuatu, bagaimana bisa berkontribusi pada output pendidikan yang dihasilkan UGM agar makin berkualitas dan dibutuhkan oleh industri peternakan,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, kerja sama melalui program kemitraan, pihaknya telah mengolah 50 ribu ekor ayam.

Pelaksanaan kerja sama akan berlangsung selama lima tahun. PT Ciomas akan menggunakan bangunan laboratorium untuk bisnis pengolahan produk peternakan dan dimanfaatkan UGM untuk kepentingan pembelajaran bagi mahasiswa dan riset bagi peneliti.

Setelah perjanjian kerja sama berakhir, PT Ciomas akan menghibahkan bangunan tersebut kepada UGM untuk dimanfaatkan lebih lanjut.