Sanimas IPAL Komunal, Cara Sleman Atur Sanitasi Permukiman Padat Perkotaan

OLAH SAMPAH - Pj Bupati Sleman, Gatot Saptadi, meresmikan Lembaga Bank Sampah Kasturi, Padukuhan Gempol, Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, Rabu (4/11/2015). (Foto: Pemkab Sleman)
OLAH SAMPAH – Pj Bupati Sleman, Gatot Saptadi, meresmikan Lembaga Bank Sampah Kasturi, Padukuhan Gempol, Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, Rabu (4/11/2015). (Foto: Pemkab Sleman)

Depok, JOGJADAILY ** Menggunakan dana anggaran Satuan Kerja Penyehatan Lingkungan DIY tahun 2014 sebesar Rp400 juta, dana swadaya masyarakat sejumlah Rp4,3 juta, ditambah dana swadaya penyambungan perpipaan sekitar Rp23 juta, Pemerintah Desa Condongcatur berhasil membangun Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) sistem Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL) Komunal di Pedukuhan Joho.

“(Program Sanimas IPAL Komunal) untuk mengatasi permasalahan lingkungan akibat padatnya permukiman penduduk di wilayah perkotaan,” ujar Ketua KSM Sengkat Sehat, FA Tri Wisono, saat peresmian oleh Penjabat Bupati Sleman, Gatot Saptadi, Rabu (4/11/2015).

Dirilis Pemkab Sleman, Sanimas ini dimanfaatkan oleh 56 KK dengan 307 jiwa.

Penjabat Bupati Sleman, Gatot Saptadi, menyatakan, pembangunan Sanimas sistem IPAL Komunal merupakan salah satu konsekuensi logis dari semakin padatnya permukiman dan semakin tumbuhnya industri, baik itu industri besar, menengah, kecil, dan rumah tangga di Kabupaten Sleman.

“Sebagai Kabupaten yang tumbuh cukup pesat, baik itu perkembangan industri maupun perkembangan kawasan permukiman, kita harus memberi perhatian khusus dan bijak dalam mengelola dan melaksanakan pembangunan agar terwujud kesinambungan pembangunan dan tetap terjaganya kelestarian alam lingkungan,” terang Gatot.

Bank Sampah

Selanjutnya, Pj Bupati meresmikan Lembaga Bank Sampah Kasturi, Padukuhan Gempol, Desa Condongcatur, Kecamatan Depok. Ia membuka selubung papan nama Bank Sampah serta menanam pohon sirsat.

Pada kesempatan itu, diterima bantuan 35 tempat sampah dari Universitas Sanata Dharma untuk Desa Condongcatur dan Desa Caturtunggal.

Saat ini, di wilayah Kabupaten Sleman terdapat 195 Kelompok Sampah Mandiri (KSM)/Bank sampah. Pemerintah Kabupaten Sleman berencana terus memotivasi dan melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat agar dapat melakukan pengelolaan sampah secara mandiri dan membentuk kelompok-kelompok pengelolaan sampah secara mandiri.

“Beberapa kelompok bank sampah yang ada di Sleman sudah mampu memperoleh manfaat ekonomi dari adanya bank sampah, yang mana ke depan sampah dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Gatot.

Bupati mengapresiasi warga RW 14 Padukuhan Dero yang memperindah lingkungan dengan pembangunan gapura dan jalan konblok, sehingga nyaman untuk dilalui. Gapura menghabiskan dana Rp25,5 juta, sementara konblok Rp88,1 juta.

Gatot mengapresiasi kegotong-royongan warga di tengah lingkungan perkotaan yang masih tetap dijaga dengan baik.