Upayakan Swasembada Pangan, Bantul Sediakan Asuransi Usaha Tani Padi

KOORDINASI - Koordinasi Asuransi Usaha Tani Padi di Dipertahut Bantul, Rabu (21/10/2015). (Foto: Dipertahut Bantul)
KOORDINASI – Koordinasi Asuransi Usaha Tani Padi di Dipertahut Bantul, Rabu (21/10/2015). (Foto: Dipertahut Bantul)

Bantul, JOGJADAILY ** Bermacam cara digunakan untuk mencapai target Upaya Khusus (Upsus) swasembada pangan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Salah satunya, Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), sebagai perlindungan gagal panen.

Terlaksananya AUTP di Kabupaten Bantul berkat kerja sama Direktorat Pembiayaan Pertanian Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero).

Menurut PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero), asuransi ini untuk 1 kali musim tanam (MT) dengan pembayaran premi sebesar Rp180ribu/Ha/MT yang dibayarkan 80 persen (Rp144 ribu/Ha/MT) dari bantuan premi oleh Kementerian Pertanian RI dan 20 persen swadaya oleh petani atau sekitar Rp36 ribu/Ha/MT.

Petani mendapat ganti rugi bila usaha taninya gagal panen dengan syarat ketentuan tertentu, di antaranya bersedia mengikuti rekomendasi teknis usaha tani yang baik.

Petani yang dapat mengajukan asuransi adalah petani yang tergabung dalam kelompok tani aktif dan memiliki lahan atau menggarap lahan sawah irigasi dengan luas maksimal 2 Ha yang terletak di wilayah sentra produksi padi dan penyelenggaraan Upsus dan atau terletak dalam satu hamparan dalam wilayah satu kecamatan atau wilayah irigasi sekunder.

Ganti rugi diberikan apabila terjadi banjir, kekeringan atau serangan OPT yangmengakibatkan kerusakan tanaman padi dengan kondisi persyaratan umur tanaman setelah melewati 10 hari setelah tanam dan luas kerusakan mencapai lebih dari 75 persen dengan harga pertanggungan sebesar Rp6 juta/Ha/MT.

Dirilis Dipertahut Bantul, rencananya, Kabupaten Bantul mendapat jatah bantuan premi dari Kementerian Pertanian sekitar 4.346 Ha.

“Jatah luasan ini masih kurang, mengingat dari 224 kelompok tani dan P3A di Kabupaten Bantul yang mendapat kegiatan Upsus meliputi rehab jaringan irigasi, kegiatan SRI, dan optimasi lahan mencapai 5.800 Ha,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dipertahut) Bantul, Partogi Dame Pakpahan, Rabu (21/10/2015) di ruang Kepala Dipertahut, saat koordinasi pelaksanaan AUTP.

Waktu Klaim

Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dipertahut Bantul, Yunianti Setyorini, mengatakan, melalui koordinasi lebih lanjut perlu dipastikan pula kapan petani bisa melakukan klaim, dan apakah masih bisa berlaku pada 2016.

“Karena pada bulan-bulan Oktober seperti saat ini, petani Bantul telah melakukan tanam, sehingga diperkirakan baru akan panen sekitar Januari-Februari tahun depan,” ungkapnya.

Koordinasi juga menghadirkan Kolonel Ontang Roma P. dari Mabes TNI AD dan Komandan Kodim 0729 Bantul Letkol (kav) Tumadi.