Indonesia Pusat Mode Dunia 2025, IFC DIY Agendakan Inkubator Desainer Muda

Peluncuran dan Pelantikan Indonesian Fashion Chamber (IFC) Chapter DIY di Hotel Jambuluwuk, Kamis (17/12/2015). (Foto: Agus A. Pribadi)
Peluncuran dan Pelantikan Indonesian Fashion Chamber (IFC) Chapter DIY di Hotel Jambuluwuk, Kamis (17/12/2015). (Foto: Agus A. Pribadi)

Pakualaman, JOGJADAILY ** Saat Peluncuran dan Pelantikan Pengurus, Indonesian Fashion Chamber (IFC) Chapter Daerah Istimewa Yogyakarta berencana membuat inkubator desainer muda. Pada 2025, Indonesia bercita-cita menjadi salah satu pusat mode dunia.

“Ke depan, kami berencana membuat sebuah inkubator yang bisa menjadi wadah bagi desainer muda, khususnya Yogyakarta, untuk mengembangkan minat dan bakatnya dalam menekuni industri mode,” ujar Ketua Indonesian Fashion Chamber (IFC) Chapter DIY, Lia Mustafa, di Hotel Jambuluwuk, Kamis (17/12/2015).

Ia menjelaskan, pelantikan organisasi baru dengan kepengurusan baru merupakan salah satu langkah para pelaku industri fashion untuk memajukan dunia fashion Indonesia. Menurutnya, IFC dibentuk dengan tujuan memfasilitasi desainer dan pengusaha bidang mode yang terkait.

“Hal ini untuk memperkuat fondasi demi kemajuan industri fashion mode secara nasional dan dalam peta internasional. Selain itu, IFC juga menjadi partner pemerintah untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat inspirasi mode dunia,” tutur Lia.

Lia mengatakan, IFC bergerak dengan bertumpu pada strategi penguatan branding dan inovasi, serta pengembangan yang difokuskan pada research and development, capacity building, dan terutama pengembangan bisnis.

Selain itu, sebagai sebuah organisasi, sambungnya, IFC dibangun dengan semangat kebersamaan, penyatuan ide dan konsep yang dituangkan dalam berbagai program serta untuk tujuan bersama.

Saat ini, IFC hadir di 11 kota di seluruh Indonesia, yakni Aceh, Medan, Padang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Pontianak, Denpasar, dan Makassar. Tercatat, 118 desainer dari seluruh Indonesia tergabung ke dalam organisasi IFC.

Pusat Mode Dunia 2025

Indonesia memiliki visi menjadi negara sejahtera melalui pengembangan ekonomi kreatif, di antaranya melalui subsektor mode. Pada 2025, Indonesia bercita-cita menjadi salah satu pusat mode dunia, dengan tahap awal, pusat mode muslim (modest fashion) melalui produk ready to wear yang mengoptimalkan kekuatan lokal.

Local inspiration with contemporary spirit,” kata Lia.

Untuk mencapainya, lanjutnya, hal yang harus dilakukan adalah dengan memperkuat fondasi semua pihak yang terkait dengan industri ini. Ekosistem industri mode, secara garis besar terbagi dalam rantai kreatif, mulai dari proses kreasi, distribusi, penjualan, hingga archiving, serta nurturance environment yang mencakup pendidikan dan apresiasi.

“Desainer yang menjadi ujung tombak harus mampu membangun kerja sama yang kuat dalam rantai nilai tersebut, agar dapat sejalan dengan dinamika perubahan gaya hidup yang sangat cepat, sekaligus tetap membawa keunikan kekuatan lokal,” ungkap Lia.

IFC dibentuk dengan tujuan memfasilitasi desainer dan pengusaha bidang mode yang terkait, untuk memperkuat fondasi, demi kemajuan industri mode secara nasional dan dalam peta internasional. IFC juga menjadi partner pemerintah untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat dan inspirasi mode dunia.

“Bukan hanya bagi internal organisasi, tetapi bermakna bagi keseluruhan pelaku industri mode dan masyarakat. Togetherness in creativity. IFC sebagai bagian dari masyarakat ikut memikul tanggung jawab membangun negeri,” pungkasnya.