Kawasan Industri Terpadu dan Pariwisata Piyungan Targetkan Serap 70 Ribu Tenaga Kerja

Gubernur DIY menandatangani Prasasti Kawasan Industri Piyungan. (Foto: Humas DIY)
Gubernur DIY menandatangani Prasasti Kawasan Industri Piyungan. (Foto: Humas DIY)

Piyungan, JOGJADAILY ** Selasa (8/12/2015), bertempat di Taman Budaya Srimulyo (eks-Pasar Piyungan), Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menetapkan Desa Srimulyo dan Desa Sitimulyo Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, sebagai Kawasan Industri Terpadu dan Pariwisata.

Dirilis Humas DIY, kawasan ini ditargetkan menyerap 70 ribu tenaga kerja sehingga dapat mengurangi angka pengangguran Kabupaten Bantul yang berjumlah sekira 23 ribu jiwa.

Kawasan Industri Terpadu dan Pariwisata Piyungan diharapkan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak-banyaknya, tanpa ada persyaratan ijazah yang menyulitkan warga.

“Dalam upaya penyerapan tenaga kerja, (Kawasan Industri Terpadu dan Pariwisata Piyungan) supaya memprioritaskan warga Kecamatan Piyungan terlebih dahulu, dan selebihnya daerah lain. Tenaga kerja supaya menyeriuskan dalam tugasnya nanti,” ujar Sultan.

Ia menegaskan, tidak ada perusahaan lain yang mendekat, kemudian menimbulkan pencemaran lingkungan.

Kepala desa atau pemerintah desa hingga pemerintah kecamatan diimbau Gubernur untuk mendata masyarakat yang mau dan berminat bekerja di pabrik-pabrik Kawasan Industri Terpadu dan Pariwisata Piyungan.

Gubernur menyampaikan terima kasih kepada Direktur PT Yogyakarta Isti Parama (YIP), Kasim Ghozali yang telah berinvestasi di Piyungan.

Padat Karya

Sementara itu, Kasim Ghozali, memaparkan, jenis Industri yang akan dikembangkan Kawasan Industri Terpadu dan Pariwisata Piyungan bersifat padat karya, seperti industri kerajinan, mainan, kemasan dari kertas, dan mebel.

“Semua pabrik yang ada di industri akan dikonsep green (hijau). Hal ini bertujuan untuk ramah lingkungan. Dan dari segi pendidikan atau ilmu, murid sekolah maupun mahasiswa dapat berkunjung ke pabrik-pabrik industri,” ucap Kasim.

Ia berharap, pertengahan Juni 2017, kontrak produksi pabrik di kawasan Industri tersebut telah dipenuhi.

Nama Kasim Ghozali sebenarnya tidak asing bagi DIY. Sebelumnya, ia berinvestasi di Kasihan Bantul, membangun Pabrik Jahit Boneka.

Sektor Industri Bantul

Bidang Penanaman Modal Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Bantul mencatat, sektor industri di Kabupaten Bantul didominasi oleh industri kecil.

Jumlah industri kecil pada 2014 sebanyak 18.391 unit usaha, dengan penyerapan jumlah tenaga kerja sebanyak 82.961 orang, total nilai produksi sebesar Rp829.112.200.000, dan nilai investasi sebesar Rp493.801.130.000.

Sementara jumlah industri menengah dan besar sebanyak 114 unit dengan jumlah tenaga kerja yang diserap mencapai 12.438 orang.

Industri kecil telah menjadi sentra-sentra industri, seperti sentra kerajinan gerabah Kasongan, sentra batik Wijirejo dan Wukirsari, sentra kulit Manding, sentra kayu batik Krebet, sentra tatah sungging Pucung dan lain-lain. Secara keseluruhan, ada 73 sentra industri yang tersebar di Kabupaten Bantul.

Volume ekspor Kabupaten Bantul pada 2011 sebesar 5.768.748,08 kg dengan nilai sebesar US$41.570.984. Volume ekspor terbesar adalah kerajinan batu diikuti mebel kayu, kerajinan kertas, dan produk tekstil lainnya.