Sekaten Jogja 2015, Harmoni Kraton dan Rakyat Ngayogyakarta Hadiningrat

Anjungan Pemda DIY pada Sekaten 2015. (Foto: Akun Twitter @pln_jogja)
Anjungan Pemda DIY pada Sekaten 2015. (Foto: Akun Twitter @pln_jogja)

Kraton, JOGJADAILY ** Harmoni religi, budaya, dan ekonomi tecermin dalam kehidupan rakyat dengan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang tergambar dari hubungan segitiga, antara Kraton sebagai pusat budaya, Masjid Agung sebagai pusat religi, dan Pasar Tradisional Beringharjo sebagai pusat ekonomi.

Pesan tersebut terepresentasi dalam tema Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) 2015 yang digelar 4-24 Desember 2015, ‘Harmoni Religi, Budaya, dan Ekonomi untuk Jogja Istimewa’. Tema tersebut menjadi pengingat jatidiri bangsa untuk membangun Indonesia lebih baik.

Selain sarana berinteraksi warga di sektor ekonomi, budaya, maupun religi, Sekaten juga menjadi daya tarik tersendiri bagi sektor pariwisata DIY.

Puncak PMPS adalah rangkaian upacara peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW, yang dimulai dengan keluarnya dua buah gamelan, yakni Kyai Guntur Madu dan Kyai Nogowilogo, dari Kraton menuju pagongan Masjid Agung Yogyakarta untuk dibunyikan selama 7 hari berturut-turut.

Selanjutnya, akan digelar Gerebeg Maulud, yakni persembahan Raja Yogyakarta untuk rakyatnya, berupa gunungan. Persembahan Gunungan mengandung nilai filosofis, berupa pandangan hidup ideal bagi masyarakat Jawa.

Dirilis Humas Pemerintah Kota Yogyakarta, beberapa anjungan pemerintah tampak berpartisipasi, seperti anjungan Pemerintah DIY, Pemerintah Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kantor Depag, serta Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang dibina oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Pertanian Kota Yogyakarta.

Selain itu, terdapat anjungan swasta lain, seperti fashion,kuliner, permainan, dan panggung hiburan.

843 Stan

Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, berharap, pelaksanaan Pasar Malam Sekaten kali ini dapat berjalan lancar, tertib, dan aman.

“Meskipun lebih singkat pelaksanaannya dari sisi jumlah hari, yakni hanya 20 hari, saya berharap, kualitasnya akan terus bertambah,” ujar Walikota, saat pembukaan Sekaten, Jumat (4/12/2015) sore di sisi Barat Alun-alun Utara Yogyakarta.

Singkatnya waktu pelaksanaan, sambungnya, dikarenakan kawasan Alun-Alun Utara tengah dalam proses revitalisasi.

“Hal ini didasarkan pada pertimbangan penataan konstruksi kawasan Alun-Alun Utara,” ucap Haryadi.

Ia berharap, PMPS dapat menjadi ruang ekspresi seni bagi wilayah-wilayah di Yogyakarta dan sekolah-sekolah. Selama PMPS berlangsung, masyarakat akan mendapatkan informasi pembangunan di Yogyakarta melalui anjungan pemerintah daerah.

Menurut Walikota, PMPS 2015 menyediakan 843 stan.

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutan yang dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda DIY, Didik Purwadi, mengatakan, PMPS diharapkan tetap pada nuansa budaya, yang merupakan makna asli dan sakral dari perayaan tersebut.

Selain itu, sebagai ajang promosi niaga dan pariwisata, sehingga masyarakat yang datang berkunjung akan mengetahui, apa makna esensial dari upacara perayaan Sekaten dengan memfokuskan diri pada nilai budaya, pameran, serta promosi dan hiburan.

“Pelaksanaan PMPS tidak hanya menguntungkan secara ekonomi semata, tetapi juga dapat menumbuhkan potensi tradisi budaya Yogyakarta dan merupakan salah satu jatidiri bangsa untuk modal membangun bangsa yang lebih baik di masa yang akan datang,” tandas Sultan.

Upacara Pembukaan dimeriahkan oleh penampilan tari kolosal siswa SMK Negeri 1 Kasihan Bantul.