Tanah Warga yang Dijadikan Bandara, Bupati Hasto: Pemerintah Siapkan Lahan Pengganti

Foto Kota Jogja dari ketinggian. (Foto: YouTube/benjosh74)
Foto Kota Jogja dari ketinggian. (Foto: YouTube/benjosh74)

Wates, JOGJADAILY ** Pemerintah telah menyiapkan lahan pengganti bagi tanah warga yang akan dijadikan bandara. Dengan tetap dalam koridor legalitas, pemerintah berupaya tetap menguntungkan warga.

“Terkait lahan masyarakat yang tanahnya akan dijadikan bandara, pemerintah sudah siapkan lahan pengganti, termasuk proses-proses administrasi, di beberapa titik beberapa desa, yang disediakan untuk relokasi,” ujar Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo, dirilis Pemkab Kulon Progo, Rabu (23/12/2015).

Menurutnya, agar pemilik lahan tetap tidak merasa dirugikan, pemerintah mengupayakan harga tanah pengganti yang digunakan, tidak mahal.

“Kita akan membantu prinsip direlokasi dengan jangkauan yang baik. Meskipun tetap dalam koridor legalitas, ingin bantu, bagaimana tanah yang untuk mengganti itu juga terbantu, tidak mahal, sehingga ketika diganti untung mereka masih bisa menikmati hasil sisa untung untuk modal kerja, modal usaha,” terang Dokter Hasto.

Ia menjelaskan, hingga hari ini, proses pembangunan bandara di Kulon Progo telah melalui tahap cukup jauh.

“Pembangunan bandara dimulai dengan kajian Feasibility Study (FS). Setelah lolos, kemudian diputuskan lokasi di Temon, yang membandingkan, jika bandara dibangun di titik-titik lain di DIY,” ucap Bupati.

Selanjutnya, keluar persetujuan Menteri Perhubungan pada 2013, yang dilanjutkan dengan tahapan Konsultasi Publik, Sosialisasi, hingga Kajian Tim Keberatan.

“(Semua itu) sudah dilakukan, dan hasilnya di atas 95 persen setuju dari konsultasi publik dan sosialisasi, sehingga diterbitkan Izin Penggunaan Lahan (IPL) Gubernur,” kata Hasto.

Setelah IPL terbit, sambungnya, peruntukan tanah dalam IPL adalah untuk pembangunan bandara. IPL telah dikaji oleh Mahkamah Agung dan diputuskan-ditetapkan bahwa IPL disahkan. IPL pun berlaku.

Kini tengah dilakukan persiapan akuisisi lahan, kemudian diambil alih, lalu dibeli oleh pemrakarsa (Kementerian Perhubungan) melalui BUMN PT Angkasa Pura I.

Sebelum dibeli, lanjut Bupati Hasto, ibarat barang, harus ditimbang dahulu (dikertoaji) oleh Tim Apraisal Independen yang netral.

“Sebelum ditentukan oleh pihak yang netral, diukur dahulu. Pengukuran penting untuk tentukan harga. Jadwal, sekitar Maret selesai. Pada April-Mei 2016 dimulailah pembayaran, baru kemudian pembangunan bandara dimulai,” terangnya.

Bupati Hasto berharap, kronologi tersebut dapat dipahami masyarakat umum.

Hingga hari ini, kata Bupati Hasto, tanah yang harus diukur sekira 3.268 bidang. Sejumlah 3.015 bidang telah diukur atau sekitar 91 persen. Sisanya, sekitar 200 bidang belum diukur.

“Berdasarkan kajian Kajati, ketika IPL sudah turun, maka pengukuran bersifat legal secara hukum, sehingga pengukuran lahan merupakan suatu legalitas,” tuturnya.

Ia menambahkan, pemerintah tetap melakukan pendekatan komunikasi dengan masyarakat.

Audiensi Kompensasi

Selasa (1/12/2015), sekira 30 orang yang tergabung dalam Forum Komunikasi Penggarap Lahan Pesisir (FKPLP) beraudiensi kepada Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, meminta penjelasan tentang kompensasi bagi penggarap lahan Paku Alam Ground (PAG) yang terkena proyek bandara.

FKPLP terdiri dari beberapa elemen penggarap lahan pesisir di wilayah Kecamatan Temon, antara lain pengelola penginapan, warung makan, petambak udang, peternak ayam, dan petani.

“Kompensasi untuk lahan maupun bangunan dan tanaman yang ada di atasnya. Sebab, banyak warga yang bertanya tentang nilai kompensasi yang akan diberikan. Namun, sampai saat belum ada pernyataan yang jelas dari Pemkab maupun PT AP I (PT Angkasa Pura I),” ujar Koordinator FKPLP, Sumantoyo, di Gedung DPRD Kulon Progo, dirilis Setwan Kulon Progo.

Ia mengatakan, pihaknya mendukung pembangunan bandara. Meski demikian, harus ada kejelasan kompensasi.

“Kami minta agar ada penjelasan dari pemerintah, berapa nanti kompensasi yang akan kami terima untuk lahan yang kami tempati dan aset yang kami miliki,” ungkapnya.