2016, Target Pencapaian SPPT PBB Sleman Rp76,3 Miliar

Penjabat Bupati Sleman, Gatot Saptadi, saat penyampaian SPPT PBB, Rabu (6/1/2016). (Foto: Pemkab Sleman)
Penjabat Bupati Sleman, Gatot Saptadi, saat penyampaian SPPT PBB, Rabu (6/1/2016). (Foto: Pemkab Sleman)

Sleman, JOGJADAILY ** Tahun ini, target pencapaian Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) Kabupaten Sleman ditetapkan sebesar Rp76,3 miliar.

“Saya berharap, pokok ketetapan PBB P2 pada tahun 2016 ini dapat tercapai sepenuhnya, mengingat saat ini, PBB telah menjadi bagian dari pajak daerah, yang sangat dibutuhkan sebagai modal pembangunan daerah mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera,” ujar Penjabat Bupati Sleman, Gatot Saptadi, saat penyampaian SPPT PBB, Rabu (6/1/2016), di Rumah Dinasnya.

Untuk itu, lanjutnya, seluruh aparat, terutama aparat Dinas Pendapatan Daerah, dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat, sebaik-baiknya.

“Jika ada masyarakat yang mengajukan keberatan dan keringanan pajak terhutang, saya berharap dapat ditindaklanjuti dan diselesaikan dengan arif dan bijaksana. Dengan langkah tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat dalam membayar PBB akan semakin meningkat,” tutur Gatot, dirilis Humas Pemkab Sleman.

Mendukung kesuksesan pembayaran PBB P2 oleh masyarakat, sambungnya, perlu diimbangi dengan peningkatan profesionalisme aparatur pajak, termasuk kecepatan penyampaian SPPT PBB kepada para wajib pajak.

Dengan penyampaian SPPT PBB lebih awal, menurut Gatot, diharapkan lebih mendorong para wajib pajak untuk sesegera mungkin membayar pajak.

“Oleh karena itu, saya minta kepada seluruh Kepala Desa untuk segera mendistribusikan SPPT PBB ini kepada para Dukuh, dan turut serta memantau pembayaran PBB masyarakat, sehingga dapat selesai tepat waktu sesuai dengan target yang telah ditetapkan,” ucapnya.

Gatot juga berharap kepada seluruh PNS di lingkungan Pemkab Sleman, terutama yang menjadi wajib pajak PBB, agar menjadi panutan dan teladan masyarakat, dengan membayar kewajibannya di awal waktu.

“Ajaklah masyarakat di lingkungan Saudara untuk taat membayar PBB,” tuturnya.

Ia mengatakan, kesadaran dan ketaatan seluruh warga masyarakat Sleman dalam membayar pajak merupakan bentuk kepedulian yang sangat besar terhadap pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Sleman. Namun demikian, kesadaran masyarakat terhadap penunaian kewajiban membayar PBB masih perlu ditingkatkan.

Diselenggarakannya kegiatan penyampaian SPPT PBB P2 kepada Pemerintah Desa dan wajib pajak selektif diharapkan dapat menggugah kesadaran masyarakat untuk taat membayar PBB.

Belum Terealisasi 100 Persen

Kepala Dipenda Sleman, Hardo Kiswoyo, menyampaikan bahwa pada 2015, realisasi atas ketetapan pokok akhir PBB P2 belum terealisasi 100 persen.

Pokok ketetapan akhir pada 2015 sebesar Rp70,5 miliar dengan SPPT PBB P2 sebanyak 602.945 buah. Realisasinya baru mencapai Rp53,9 miliar dengan SPPT PBB P2 sebanyak 473.411 buah, atau sebesar 76,43 persen dari pokok ketetapan akhir.

Sementara untuk tahun 2016, pokok ketetapan massal sebesar Rp76,3 miliar dengan SPPT PBB P2 sebanyak 606.135 buah. Untuk pembayaran P2 dapat dilakukan pada 3 bank tempat pembayaran, yakni BPD, BRI Syariah, dan Bank Mandiri.