Kampung Sayur Bausasran, Asrikan Kota dengan Bertanam Sayuran

Kampung Sayur Bausasran. (Foto: Humas Pemkot Yogyakarta/Hanang Widiandhika)
Kampung Sayur Bausasran. (Foto: Humas Pemkot Yogyakarta/Hanang Widiandhika)

Danurejan, JOGJADAILY ** Kota Yogyakarta yang mulai padat membutuhkan sentuhan hijau yang lebih detail. Salah satunya, membangun kampung sayur. Bila Anda berkunjung ke Kampung Sayur Bausasran Kecamatan Danurejan, cita-cita tentang kota asri dengan sayuran tampaknya bukan hal utopis.

Adalah Kelompok Tani Gemahripah. Usianya baru setahun. Perkumpulan ibu-ibu rumah tangga tersebut berhasil membuka peluang dari lahan sempit di perkotaan yang disulap menjadi perkebunan asri dan menghasilkan.

“Lahan berukuran sekitar 10 x 8 meter itu kini penuh dengan berbagai tanaman sayuran, mulai dari selada, kubis, sawi, kembang kol, cabai, terong, pare, dan tomat. Tanaman sayur itu ditanam oleh warga. Saat panen juga warga yang menikmati,” ujar pengelola kampung sayur, Winaryati, beberapa waktu lalu.

Setiap hari, lanjutnya, anggota dijadwal untuk menyiram sayuran. Sepekan sekali, semua anggota bekerja bakti merawat sayuran.

Warga yang menginginkan sayuran, bisa langsung memanen sendiri, kemudian memberikan uang sesuai harga yang disepakati. Uang itu akan ditampung oleh bendahara kelompok tani untuk dikelola kembali.

Tidak hanya tanaman, kelompok tani ibu-ibu ini telah menyiapkan lahan untuk budidaya ikan lele.

“Ya, daripada ngerumpi sinetron di rumah, sekarang ngrumpi-nya pindah ke lahan sayuran, ngobrol soal sayuran,” ucap Win.

Hasil penjualan panen sayuran yang di taman warga memang belum seberapa nilai bisnisnya. Paling tidak, tuturnya, saat ini warga tidak lagi membeli sayuran ke warung atau ke pasar.

Ia menambahkan, rencananya, lahan tanam di kawasan kampung akan ditambah.

“Sebentar lagi akan dibentuk, dan mencari lahan baru untuk bertanam,” ungkap Win.

Program Pemerintah

Win berkisah, pembentukan kelompok tani bermula dari program pemerintah yang mendorong warga untuk menjadikan halaman rumah sebagai lahan sayuran. Karena tidak semua ibu-ibu Kampung Bausasran memiliki halaman cukup luas untuk tanaman, akhirnya warga membentuk kelompok dan mencari satu lahan yang dikelola bersama.

Pada awal pengelolaan lahan sayuran, warga meminta bantuan kepada penyuluh pertanian yang ada di Kecamatan Danurejan. Warga juga meminta bantuan personel TNI dari Kodim Yogyakarta untuk mengembangkan budidaya sayuran hidroponik.

Setelah sekali panen memuaskan, warga Bausasran kian antusias untuk terlibat dalam program ini. Ada 25 pengurus yang kini aktif di Kelompok Tani Gemahripah. Semua anggota melibatkan diri dalam program tanam sayuran.