KGPAA Paku Alam X Lanjutkan Kewajiban Leluhur Mataram sebagai Pengemban Kebudayaan

Jumenengan KGPAA Paku Alam X. (Foto: Akun Twitter @pksdiy)
Jumenengan KGPAA Paku Alam X. (Foto: Akun Twitter @pksdiy)

Pakualaman, JOGJADAILY ** Meski tidak mudah, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam X bertekad untuk melanjutkan kewajiban leluhur Mataram sebagai pengemban kebudayaan. Hal tersebut termaktub dalam Sabda Dalem KGPAA Paku Alam X bersamaan dengan prosesi Jumenengan.

“Sebagai orang yang mendapat amanat untuk menjalankan tugas sebagai KGPAA Paku Alam X, saya sampaikan dengan jujur bahwa kewajiban yang akan saya laksanakan adalah tugas yang berat, karena saya akan melanjutkan kewajiban leluhur Mataram sebagai pengemban kebudayaan,” sabda Paku Alam X, di Bangsal Sewatama Kadipaten Pakualaman, Kamis (7/1/2016).

Menurut pemilik nama asli Pangeran Pati Kanjeng Bendoro Pangeran Haryo Prabu Suryodilogo tersebut, kata kebudayaan memiliki banyak makna.

“Oleh karena itu, saya membatasi makna kebudayaan sebagai praktik intelektual yang berkaitan dengan kegiatan pemerintahan dan artistik secara konkret, sehingga dalam pandangan saya, kebudayaan tidak hanya identik dengan manifestasi berkesenian belaka,” ujarnya.

Ia menyadari, meskipun sudah membatasi makna kebudayaan dalam pengertian yang sempit, tugas sebagai pengemban kebudayaan tetap bukan merupakan tugas yang mudah.

“Saya akan terus-menerus berada dalam tegangan antara tradisi dan pembaruan, karena proses berkreasi selalu menuntut adanya inovasi, lebih-lebih pada masa ketika perubahan terjadi dengan sangat cepat,” tutur Paku Alam X.

Tradisi di Kadipaten Pakualaman, sambungnya, sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Kasultanan Yogyakarta, akan ia jadikan tolok ukur untuk memahami perkembangan dan perubahan kebudayaan yang terjadi sedemikian cepat, sehingga tidak lepas dari akarnya.

“Untuk menjalankan tugas itu, saya mengharapkan peran serta warga Yogyakarta dan Keluarga Besar Pakualaman pada khususnya,” ucapnya.

Jumeneng Dalem KGPAA Paku Alam x dimulai pukul 08.00 hingga 12.00, berlanjut dengan Kirab Ageng mulai pukul 14.00 dengan jalur tempuh Puro Pakualaman-Jalan Sultan Agung-Jalan Hayam Wuruk-Jalan Bausasran-Jalan Gayam-Jalan Cendana-Jalan Kusumanegara-Jalan Sultan Agung-Puro Pakualaman.

Kamisan Kulon Progo Diliburkan

Bertepatan dengan Jumenengan Paku Alam X, Open House Bupati Kulon Progo, sementara diliburkan. Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo dan Wakil Bupati Kulon Progo Sutedjo yang biasanya menerima aspirasi warga masyarakat tiap Kamis Pagi, menghadiri Jumenengan.

“Karena bertepatan dengan kunjungan Bupati ke Paku Alaman maka Kamisan terpaksa diliburkan. Kepada masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi kepada Bupati/Wakil Bupati diharapkan dapat menunda hingga Kamis depan. Kepada masyarakat diharap maklum,” ungkap Ajudan Bupati Kulon Progo, Henry Winarto, dirilis Pemkab Kulon Progo.

Masyarakat diharap untuk tidak kecewa, karena biasanya, banyak warga yang hadir dalam Open House, dengan membawa latar belakang permasalahan yang berbeda-beda.