Kunjungi Jogja, Parlemen Hongaria Tawarkan Kerja Sama Infrastruktur Air dan Beasiswa

Rombongan Parlemen Hongaria bertemu dengan Gubernur DIY di Kepatihan, Senin (11/1/2016). (Foto: Humas DIY/Wijanarto)
Rombongan Parlemen Hongaria bertemu dengan Gubernur DIY di Kepatihan, Senin (11/1/2016). (Foto: Humas DIY/Wijanarto)

Kepatihan, JOGJADAILY ** Senin (11/1/2016), rombongan Parlemen Hongaria berkunjung ke Kepatihan dan Universitas Gadjah Mada. Kerja sama infrastruktur dan beasiswa menjadi penawaran utama kunjungan.

“Beberapa kesepakatan akan ditandatangani Indonesia dan Hongaria. Infrastruktur menjadi sangat penting bagi Indonesia dan Hongaria ingin ikut serta berpatisipasi dalam pengembangan infrastruktur air di Indonesia,” ujar perwakilan anggota parlemen, Zsolt Nemeth, saat bertemu Gubernur DIY, Hamengku Buwono X, di Gedung Wilis Kepatihan, dirilis Humas DIY.

Selain itu, sambungnya, Hongaria memberikan beasiswa sebanyak 50 orang mahasiswa dan dosen Indonesia untuk belajar di Hongaria.

“Hongaria dan Yogyakarta mempunyai kesamaan,” kata Nemeth.

Ia menjelaskan, pada mulanya, Hongaria adalah negara berlatar belakang diktator komunis, kemudian direformasi menjadi negara yang bebas dan demokratis 20 tahun lalu. Mulai 1999, Hongaria mengalami proses reformasi dan demokratisasi.

“Dan berdasarkan pengalaman ini, proses transisi demokratisasi di Hongaria mempunyai kesamaan dengan proses yang ada di Indonesia. Perdana Menteri yang akan datang ke Yogyakarta juga merupakan figur demokratisasi. Indonesia merupakan negara demokrasi yang mempunyai penduduk Muslim terbesar di dunia,” tuturnya.

Rencananya, dalam waktu dekat, Perdana Menteri Hongaria akan mengunjungi Yogyakarta. Gubernur DIY akan mengadakan kunjungan balasan ke Hongaria pada September mendatang.

Menurut Nemeth, dengan adanya berbagai ketegangan antara Saudi Arabia dan Iran, serta Suriah dan Arab, peran Indonesia sangatlah penting, karena telah mengalami proses demokratisasi, sehingga dapat menjadi contoh bagi dunia.

“Bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki iklim demokratisasi yang stabil dan dapat berkembang dengan berbagai etnis dan agama,” simpulnya.

Pendidikan Vokasi

Selanjutnya, rombongan Parlemen Hongaria berkunjung ke UGM dan diterima Rektor UGM, Prof Dwikorita Karnawati.

Nemeth berharap, dalam waktu dekat, ada kemungkinan Hongaria akan mengirimkan mahasiswanya untuk belajar di UGM, dan UGM juga mengirimkan mahasiswanya ke Hongaria.

“Kerja sama yang akan dibangun bukan hanya untuk pendidikan tinggi, tetapi juga untuk pendidikan vokasi,” ucapnya, dirilis Humas UGM.

Melalui kunjungan ini, pihak Hongaria menginginkan terjalinnya hubungan antara DIY dengan provinsi di Hongaria, juga antara akademisi di Hongaria dengan universitas di Yogyakarta, khususnya UGM.

Dwikorita menyambut baik tawaran tersebut. Ia menceritakan secara singkat sejarah berdirinya UGM yang kental dengan semangat nasionalisme, serta tujuan yang hendak dicapai demi membangun kekuatan nasional pasca-kolonialisme. Ia pun berharap kerja sama yang akan dijalin nantinya dapat bermanfaat untuk memajukan bangsa Indonesia.

“Saya harap kita dapat saling berbagi pemahaman, berbagi pengalaman, serta berbagi mimpi untuk mewujudkan dunia yang lebih baik, juga untuk memajukan bangsa,” tandasnya.