MEA, Pemerintah Kanada Dorong Penguatan Petani Kopi Suroloyo Kulon Progo

Rombongan Dubes Kanada mengunjungi petani kopi di Suroloyo Kulon Progo. (Foto: Pemkab Kulon Progo)
Rombongan Dubes Kanada mengunjungi petani kopi di Suroloyo Kulon Progo. (Foto: Pemkab Kulon Progo)

Samigaluh, JOGJADAILY ** Memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Pemerintah Kanada mendorong penguatan petani kopi di Suroloyo, Kulon Progo. Peningkatan daya saing menjadi tujuan utamanya.

“Kanada mendukung pelaksanaan proyek yang memperkuat kemampuan pengusaha perempuan. Tujuan dari proyek khusus ini adalah menambah pengetahuan dan daya saing petani kopi perempuan, untuk mereka memproduksi dan memasarkan kualitas produk yang lebih baik,” ujar Duta Besar Kanada untuk Indonesia, Donald Bobiash, di Di Padepokan Giri Saloka, sebelah Puncak Suroloyo, di Keceme Gerbosari Samigaluh, Rabu (20/1/2016).

Dubes Kanada melihat secara langsung berbagai kegiatan yang dilakukan petani kopi di Suroloyo. Bobiash berkunjung bersama Konsultan Politik Perempuan Kedutaan Kanada, Helene Viau, dan Koordinator Canada Fund Local Initiative (CFLI), Steve Madore.

Rombongan diterima Wakil Bupati Kulon Progo Sutedjo, Muspika, Pemerintah Desa, Petani Kopi Suroloyo, Himpunan Serikat Perempuan Indonesia (HAPSARI), Serikat Tani Kulon Progo (Sertani), Paguyuban Budaya Suroloyo, dan Serikat Perempuan Independen (SPI) Kulon Progo.

Dirilis Pemkab Kulon Progo, Dubes Bobiash mengatakan, bantuan kerja sama merupakan hadiah masyarakat Kanada kepada Indonesia.

Produk Lokal untuk Pasar Global

Ketua Dewan Pengurus Nasional HAPSARI, Lely Zailani, berpandangan, kualitas produk lokal tidak kalah dibanding dengan produk dari luar. Untuk itu, sambungnya, perlu bekerja sama dengan berbagai pihak. Beberapa hal penting ia sampaikan kepada hadirin.

“(Pentingnya) meningkatkan kualitas produk. Hal ini berkaitan dengan upaya peningkatan kualitas bahan baku; standar proses produksi; teknologi yang digunakan; kualitas hasil produksi, seperti ukuran, rasa, warna, higienitas, aman, dan halal; serta kemasan produk,” terang Lely.

Selanjutnya adalah meningkatkan daya saing. Menurutnya, kualitas produk yang sudah baik harus dipertahankan, untuk meningkatkan daya saing harganya di pasar global. Daya saing harga akan sangat tergantung dari kreativitas dalam memilih komposisi bahan yang relatif terjangkau, tanpa mengurangi kualitas.

Hal penting ketiga adalah memperkuat manajemen bisnis. Lely menuturkan, manajemen bisnis diperlukan agar sebuah usaha tidak sembarangan, mampu melakukan perencanaan, menetapkan target-target yang diinginkan, serta dapat mengantisipasi berbagai kemungkinan sebuah risiko usaha bisnis.

Ia menilai, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo luar biasa dalam berbagai programnya, seperti melalui ToMiRa (Toko Milik Rakyat), dan dukungannya terhadap perempuan untuk terus berkarya.

Lely mengungkapkan, telah melakukan berbagai kursus pengolahan kopi, pengemasan, dan pemasaran.

Ketua Koperasi Serba Usaha (KSU) HAPSARI Kulon Progo, Ari Purjianti, menambahkan, produk istimewa KSU HAPSARI Kulon Progo, selain bubuk kopi (powder), juga teh celuh dan teh seduh.

Kunjungan Dubes Kanada berlanjut dengan seminar serta lokakarya kebijakan dan agenda pemerintah dalam memperkuat kelembagaan dan produktivitas koperasi menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN).