Pibes Board, Papan Alternatif dari Batang Singkong Pengganti Papan Pabrikan

Papan alternatif dari batang singkong, Pibes Board. (Foto: Humas UGM)
Papan alternatif dari batang singkong, Pibes Board. (Foto: Humas UGM)

Depok, JOGJADAILY ** Papan (kayu) alternatif pengganti papan pabrikan yang bersifat ramah lingkungan? Apakah mungkin? Waktunya Anda mengenal Pibes Board, papan partikel berbahan batang singkong yang berkualitas bagus, menyerupai kayu.

Pibes Board diperkenalkan sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). Mereka adalah Endri Geovani dan Abdul Malik (Fakultas Pertanian) serta Novita, Supa, dan Warsita Nur Fadhillah (Fakultas Kehutanan).

“Batang singkong memiliki kandungan selulosa dengan struktur seperti yang terdapat pada kayu. Ubi kayu mengandung 21,5 persen selulosa, 12 persen hemiselulosa, dan 23 persen lignin,” ujar Endri, Kamis (28/1/2016), di PKM Center UGM, dirilis Humas UGM.

Hal tersebut mendorongnya untuk membuat papan partikel, memanfaatkan batang singkong sebagai bahan baku utama. Endri menggunakan batang singkong varietas Kasetsart (UJ-3) yang banyak ditemukan di daerah asalnya, Lampung Timur.

Berbagai uji coba dilakukan untuk memperoleh formula yang tepat guna, yakni papan partikel yang kuat, lentur, dan ringan. Tidak hanya memanfaatkan limbah batang singkong, tim Endri juga menambahkan limbah plastik High Density Polyethylene Plastics (HDPE) dalam pembuatan papan partikel.

Setelah melalui serangkaian uji coba, akhirnya Endri dan kawan-kawan dapat menghasilkan papan partikel berbahan batang singkong, seperti yang mereka harapkan.

Pada parameter kerapatan dan keteguhan rekat internal (IB), papan ini memiliki nilai diatas Standar Nasional Indonesia (SNI) 08-2105-2006, yaitu dengan nilai kerapatan 0,7-0,72 gr/cm³ dan nilai IB 2,25kgf/cm³. Sementara nilai kerapatan dan IB sesuai SNI secara berurut adalah 0,4-0,9 gr/cm³ dan 1,5 kgf/cm³.

“Hasilnya menunjukkan bahwa papan partikel berbahan batang singkong kami ini memiliki nilai kerapatan dan keteguhan rekat internal di atas SNI. Dari uji pengembangan ketebalan dan daya serap air, kurang dari 30 persen hampir mendekati SNI,” terang mahasiswa Prodi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, Fakultas Pertanian, tersebut.

Limbah Pascapanen

Endri mengungkapkan, pengembangan papan partikel berbahan batang singkong berawal dari pengalaman di kampung halamannya, Lampung Timur. Saat masuk masa pascapanen, banyak petani singkong yang mengabaikan limbah pertanian singkong. Batang singkong hanya ditumpuk dan dibakar.

“Batang singkong hanya ditumpuk lalu dibakar, karena hanya menjadi sarang tikus, sehingga bisa menyerang tanaman pertanian lainnya,” jelasnya.

Padahal, tanaman singkong di tempatnya sangat melimpah. Dari sekitar 1 hektar perkebunan singkong bisa ditanami hingga 15.625 batang, yang menghasilkan sekitar 31.250 meter batang singkong. Sementara petani, biasanya hanya akan menggunakan sekitar 20 persen batang singkong untuk kebutuhan penanaman kembali (replanting). Sementara itu, 80 persen sisanya hanya menjadi limbah yang tidak dimanfaatkan.

Selamatkan Hutan

Endri menambahkan, Pibes Board sangat potensial dikembangkan. Alasannya, tanaman singkong sangat melimpah di Indonesia.

“Dari 1 hektar kebun singkong bisa dihasilkan 5.625 papan berukuran 30 cm x 30 cm x 1 cm. Harapannya, bahan baku industri papan yang berasal dari hutan bisa disuplai dari batang singkong ini,” ucapnya.

Pibes Board berhasil meraih penghargaan Silver Medals dalam Asian Young Inventors Exhibition (AYIE) 2015 di Malaysia serta Gold Medals dari World Intellectual Property Association (WIPA) dalam International Invention Innovation& Technology Exhibition (ITEX) 2015 di Taiwan.

Sebelumnya, Pibes Board dianugerahi Juara Umum Nasional LKTI di Universitas Diponegoro dan juara I LKTI di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.