Among Tani Dagang Layar, Bisnis Boat Potensial Dikembangkan Pesisir DIY

ALi Yusa (berkaus putih) mengawasi pengerjaan boat di Galangan Lapas 1 Surabaya. (Foto: Arif Giyanto)
Ali Yusa (berkaus putih) mengawasi pengerjaan boat di Galangan Lapas 1 Surabaya. (Foto: Arif Giyanto)

Surabaya, JOGJADAILY ** Visi Among Tani Dagang Layar Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dapat ditangkap sebagai peluang untuk mengembangkan industri maritim. Salah satunya adalah industri galangan rakyat untuk memproduksi boat, bahkan kapal.

“DIY sangat potensial mengembangkan galangan rakyat. Program ini dapat pula dicangkokkan ke vokasi sebagai keahlian generasi muda agar mencintai laut dan dapat bekerja di sektor kelautan,” ujar pemilik Bajoboat, Ali Yusa, ketika ditemui di Rungkut, Surabaya, beberapa waktu lalu.

Bajoboat adalah salah satu perusahaan pembuat boat ternama Indonesia. Sekira 2012, Bajoboat bahkan berhasil menginisiasi program pelatihan pembuatan boat di Lapas Klas 1 Surabaya.

Pada Hari Bakti Pemasyarakatan ke-42 tahun 2012, boat patroli Lopa 1 karya 15 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas I Surabaya diluncurkan di Telaga Tlocor, Porong, Sidoarjo.

Lopa 1 berbahan fiberglass berukuran 9,25m x 2,2m, berbobot 2 ton, menghabiskan dana Rp430 juta, serta mampu mengangkut 9 penumpang. Dilengkapi 2 buah motor berkekuatan 200 PK, Lopa 1 mampu mencapai kecepatan 40 knot atau setara dengan 80 km/jam.

“Sebelumnya, telah saya coba ke komunitas lain. Misalnya, anak jalanan. Problem utamanya adalah ketidakberlanjutan. Anak jalanan rata-rata tidak mendiami satu tempat dalam waktu yang lama. Akhirnya transfer pengetahuan tidak lancar,” kenang Yusa.

Ia kemudian memilih Lapas karena relatif berkelanjutan, lantaran warga binaan yang kebanyakan tengah menjalani masa hukuman dalam waktu lama.

“Satu-satunya struktur di bawah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang terus mengeluarkan biaya, tapi kurang pemasukan, adalah Lapas. Sebagai ujung tombak pelaksanaan Undang-Undang No. 12 tahun 1995, Lapas merupakan tempat proses pendidikan kepada warga binaan agar kelak memiliki keterampilan,” terang lulusan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya ITS Surabaya itu.

Ia menjelaskan, Lapas mengadakan kegiatan pembinaan, rehabilitasi, dan reintegrasi. Pembinaan adalah segala usaha atau kegiatan yang bertujuan menumbuhkan, mengembangkan, dan meningkatkan potensi yang ada dalam diri manusia.

Galangan

Yusa memaparkan peluang bisnis boat di DIY yang bisa jadi akan menarik banyak investor, karena Jogja sebagai tujuan wisata dan kini, Pantai Selatan mulai tumbuh menjadi kawasan wisata.

“Anda menginginkan boat yang sepadan dengan gaya Anda? Atau Anda berhasrat memiliki boat sesuai kantong Anda? Pun barangkali, boat Anda tengah bermasalah atau hendak ditingkatkan performanya? Silakan Anda ke Jogja, sekalian berwisata di Pantai Selatan,” ucapnya berpromosi.

Prinsipnya, kata Yusa, bisnis ini dapat memuaskan selera maritim klien perihal boat, karena layanan yang komplit. Ditambah pendekatan interpersonal yang intens, klien akan sangat terkesan bekerja sama.

“Bisnis ini juga melayani reparasi boat. Servis boat meliputi reparasi pada bagian transom, body scrub, engine, dan sistem boat. Selain itu, melayani jual mesin speedboat, sesuai dengan kebutuhan boat pemesan,” ungkapnya.

Selain reparasi, sambung Yusa, boat dapat didesain menyesuaikan kebutuhan pemesan.

Boat yang dibuat bisa berbagai jenis, seperti emergency speed boat, speed boat diving, speed boat mancing, dan juga speed boat khusus pesanan,” jelasnya.

Pelayanan lain adalah manufaktur produksi speed boat fiber dan servis kapal boat, serta pelatihan produksi boat fiber untuk berbagai keperluan, seperti boat patroli, boat bass (memancing) atau pun boat nelayan.

“Bahan-bahan boat fiber seperti resin, fiberglass, matt, WR, dan lain-lain, bisa disediakan. Demikian pula peralatan produksi fiber, seperti cetakan boat fiber, alat bor perahu fiber, gerinda, dan peralatan boat lainnya, juga bisa digunakan,” terang Yusa.

Pelatihan produksi boat fiber, tambahnya, bisa berlangsung seminggu hingga sebulan, tergantung permintaan pihak peminat pelatihan. Pelatihan bisa menggunakan skala miniatur boat fiber atau pun skala produksi asli, sesuai ukuran boat fiber.