Bermisi Kebudayaan dan Pariwisata, IOX Jogja-Bali 2016 Mampu Bangkitkan Perekonomian

Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti melepas IOX 2016. (Foto: Hanang Widiandhika)
Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti melepas IOX 2016. (Foto: Hanang Widiandhika)

Kraton, JOGJADAILY ** Membawa misi kebudayaan dan pariwisata, event Indonesia Off-Road Expedition (IOX) Jogja-Bali (IOX 2016) mampu membangkitan perekonomian. Hal tersebut disampaikan Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, saat melepas rombongan off-road di Pagelaran Kraton Yogyakarta.

“Saya sangat mengapresiasi penyelenggaraan acara di Yogyakarta, seperti yang dilakukan oleh komunitas IOX ini. Harapannya, tentu saja membawa dampak positif bagi masyarakat dan mampu membangkitkan perekonomian,” ujar Walikota, Sabtu (13/2/2016).

Keberangkatan rombongan driver IOX Jogja-Bali ditandai dengan prosesi pemecahan kendi, pelepasan burung merpati, dan flag up.

Rencananya, rombongan tiba di Bali pada 28 Februari 2016, setelah 16 hari menempuh perjalanan ekstrem. Sekira 500 orang dilibatkan dalam event kali ini.

IOX 2016 membawa 149 kendaraan 4×4, terdiri dari 101 kendaraan peserta, 14 kendaraan official, dan 34 kendaraan supporter. Selain itu, ada 67 dirt bike dengan jalur sama.

Event Director IOX Jogja-Bali 2016, Sri Hascaryo, mengatakan, gelaran kelima IOX cukup spesial dibandingkan empat event sebelumnya. Menurutnya, misi kebudayaan dan pariwisata lebih dikedepankan, mengingat Yogyakarta dan Bali merupakan dua destinasi wisata unggulan Indonesia.

“Kami mendapatkan permintaan dari peserta dan jurnalis asing untuk secara khusus melewati Yogyakarta, dan menurut kami, itu ide yang luar biasa. Maka itu tahun 2016 kami wujudkan dengan rute Jogja-Bali karena dua kota ini merupakan ikon pariwisata Indonesia,” paparnya.

Tak hanya Jogja dan Bali, IOX 2016 akan memperkenalkan kota-kota singgah sejumlah 15 pos, yang mendapatkan kesempatan untuk diekspose ke ranah internasional.

“Dalam menempuh perjalanan itu akan dimulai off-road ringan di Yogyakarta dengan mengunjungi obyek-obyek wisata, seperti Candi Prambanan, Candi Borobudur. Selanjutnya, akan mulai menempuh rute ekstrem, ketika memasuki Jember hingga Banyuwangi Jawa Timur,” terang Hascaryo.

Kampanyekan Stop Narkoba

Selain itu, dalam gelaran perjalanan off-road tahun ini, panitia IOX bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk mengampanyekan Gerakan Stop Narkoba. Dalam kerja sama itu, IOX melakukan tes urine kapada seluruh peserta.

“Olahraga otomotif ini mudah menyebar di seluruh Indonesia, sehingga dipandang cukup efektif mengampanyekan gerakan anti-narkoba,” ungkap Hascaryo.

Soal kampanye anti-narkoba, Walikota Yogyakarta berharap, kerja sama IOX dan BNN terus dilakukan. Ia menilai, tidak ada pecandu narkoba yang mampu mengikuti ekspedisi off-road secara optimal jika ia pecandu narkoba.

“Para off-roader harus memiliki daya tahan tubuh yang prima. Jika dia seorang pengguna (narkoba) pasti akan ambruk, dan tidak mampu melanjutkan perjalanan yang ekstrem,” pungkas Haryadi.

Tentang IOX

Indonesia Off-Road eXpedition (IOX) adalah sebuah nama event off-road dan juga klub adventure yang dibentuk sejak 2012. IOX menjadi wadah kegiatan petualangan ekstrem off-road berdurasi panjang yang berlangsung sekitar 14-16 hari.

Setiap tahun, jumlah peserta adventure off-road di IOX terus meningkat drastis. Kegiatan petualangan Off-road Ekspedisi IOX dijalani dengan menjelajahi hutan tebal di Indonesia, berpetualang, mengeksplorasi khazanah wisata terpendam, flora dan fauna, juga aspek potensi lain yang belum banyak dikenal sebelumnya.

Event utama Indonesia Off-Road eXpedition, yang lebih dikenal dengan sebutan IOX diadakan setiap tahun dengan kepesertaan yang harus memenuhi syarat, dan terpilih melalui tahap eliminasi IOX & Friends Challenge (IOX & FC).

Memasuki tahun ketiga, event utama Off-Road IOX pada 2014 yang disebut IOX Lamo 2014, menambah jumlah peserta dari kalangan internasional saat Start di Lahat Sumatera Selatan dan Finish di Monas (Monumen Nasional) Ibu Kota Jakarta.

Partisipasi dari banyaknya peserta yang merupakan Off-roader berkelas internasional telah membuat IOX menembus jauh lebih luas ke mancanegara. Pada 2014, IOX Adventure Club, telah resmi menjadi Event Organizer dari iIOX Lamo 2014.

Pada 2015, event Adventure Off-Road ekspedisi kembali digelar dengan nama IOX Java 2015 dilangsungkan di Pulau Jawa selama 15 hari, mulai dari Monas (ibu kota Republik Indonesia) dan finish di Tugu Pahlawan di Kota Surabaya Jawa Timur, sejak 7 Februari sampai dengan 21 Februari 2015, menempuh perjalanan adventure off-road sejauh 1.200 kilometer.