Besok, KIM Sleman Gelar Sunday Morning Sembada Minggu Pahingan Kali Perdana

UMKM produsen payung. (Foto: Humas Pemkab Sleman)
UMKM produsen payung. (Foto: Humas Pemkab Sleman)

Sleman, JOGJADAILY ** Untuk kali perdana, Sunday Morning Sembada Minggu Pahingan akan di-launching oleh Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kecamatan Sleman, Minggu (7/2/2016), di Parkir Utara Lapangan Denggung Sleman, pukul 07.00-13.30. Sejumlah 100-150 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) turut berpartisipasi.

“Acara Sunday Morning Sembada Minggu Pahingan selama tahun 2016 akan berlangsung selama 8 kali, setiap Minggu Pahing di tempat yang sama, yaitu Parkir Utara Lapangan Denggung,” ujar Camat Sleman Iriansya, dirilis Humas Pemkab Sleman, Rabu (3/2/2016).

Sunday Morning, sambungnya, melibatkan stakeholders dan para Kepala Desa se-Kecamatan Sleman. Untuk meramaikan launching akan tampil beberapa kesenian di wilayah Kecamatan Sleman dan Organ Tunggal.

“Acara ini dipastikan akan berlangung meriah, karena para peserta senam dapat menikmati aneka jajanan yang ditampilkan UMKM dari kecamatan sleman dan belanja produk-produk unggulan di Kecamatan Sleman,” terang Iriansya.

Rencananya, launching perdana akan dibuka Penjabat Bupati Sleman Gatot Saptadi. Selain melibatkan 100-150 peserta UMKM di Kecamatan sleman dan pelaku usaha perorangan, Sunday Morning menyuguhkan kegiatan potensi di wilayah Kecamatan Sleman, seperti produk kerajinan, pertanian, juga makanan olahan siap saji.

“Acara ini akan melibatkan UMKM dan pelaku usaha yang ada di wilayah Kecamatan Sleman khususnya, dan Kabupaten Sleman pada umumnya. Acara melibatkan grup kesenian di Kecamatan Sleman. Warga masyarakat juga dapat sekaligus berolahraga bersama dengan mengikuti senam sehat yang rutin diselenggarakan setiap Hari Minggu di Lapangan Denggung,” ungkap Penjabat Bupati.

Pada kesempatan tersebut, ada pula lomba lukis dan mewarnai dari tingkat TK sampai SD dengan memperebutkan trophy Camat Sleman dan uang pembinaan.

Untuk lomba lukis dan mewarnai, sementara baru akan melibatkan TK dan SD di wilayah Kecamatan Sleman. Rencana, pada kesempatan selanjutnya akan melibatkan sekolah yang ada di Kabupaten Sleman.

MEA

Event kali ini menstimulasi UMKM untuk terus berbenah, memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Sleman, Pustopo, mengatakan, sejak 1 Januari 2016, MEA mulai diberlakukan. Menurutnya, UMKM Sleman harus siap.

“Tidak ada pembatasan peredaran barang. Jadi, mau tidak mau, suka tidak suka, harus siap, karena sudah disepakati,” ucap Pustopo dalam Workshop dan Sosialisasi Masyarakat Ekonomi ASEAN, Rabu (10/6/2015) di Dinas Perindagkop Sleman.

Ia menjelaskan, UMKM Sleman harus bersiap agar tidak menjadi penonton dan terlibas. Pemerintah terus berupaya mendukungnya.

“Kegiatan workshop ini merupakan bagian dari upaya menambah wawasan UMKM, agar dapat mempersiapkan langkah menghadapi MEA. Saya berharap, ketika MEA sudah jalan, semua UMKM siap; sudah punya trik dan strategi untuk menghadapinya, sehingga adanya MEA menjadi peluang,” pungkasnya.