Good Governance Ciptakan Good Environment, Syarat Utama Kota Adipura

Workshop Persiapan Pantau I Adipura 2016. (Foto: Coki Anwar)
Workshop Persiapan Pantau I Adipura 2016. (Foto: Coki Anwar)

Umbulharjo, JOGJADAILY ** Pemerintah Kota Yogyakarta tengah berupaya untuk meraih penghargaan Kota Adipura. Adipura diselenggarakan Kementerian Negara Lingkungan Hidup dan diberikan kepada kota di Indonesia yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan.

“Program Adipura mempunyai peran yang strategis untuk mewujudkan kota yang cerdas, manusiawi, dan ekologis melalui penerapan tata pemerintahan yang baik (good governance) untuk mendorong terciptanya lingkungan hidup yang baik (good environment),” ujar Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti, dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, RR Titik Sulastri.

Ia menyampaikannya di depan sekira 100 orang undangan, terdiri dari Kepala SKPD/Unit Kerja, Camat, Lurah, dan sekolah-sekolah di Kota Yogyakarta, di Ruang Bima, Kompleks Balaikota Yogyakarta, Kamis (11/2/2016), dalam Workshop Persiapan Pantau I Adipura 2016.

“Kegiatan pada hari ini sangat bermakna dalam mengejar ketertinggalan Kota Yogyakarta untuk kembali meraih prestasi sebagai Kota Adipura yang merupakan salah satu indikator tertinggi keberhasilan pengelolaan lingkungan di Kota Yogyakarta,” ucap Walikota.

Menurut Walikota, kegagalan mendapatkan Adipura selama dua tahun terakhir, hendaknya dapat dimaknai sebagai cambuk positif bagi semua pihak, yaitu Pemerintah, masyarakat, dunia usaha, institusi pendidikan, serta seluruh pihak terkait untuk menjadikan Adipura tidak hanya sebatas pencapaian tujuan semata.

“Adipura harus dimaknai sebagai sebuah proses penciptaan lingkungan yang bersih, nyaman, dan hijau, dimulai dari lingkup paling kecil. Lebih dari itu, Adipura adalah komitmen, spirit, dan napas yang harus terus diupayakan, sehingga lingkungan Kota Yogyakarta dapat senantiasa nyaman bagi siapa pun,” jelasnya.

Pada awal acara, disampaikan Laporan Penyelenggara Nilai Adipura 2014-2015 oleh kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, Suyana. Ia mengatakan, penghargaan Adipura akan diserahkan pada 5 Juli 2016. Sementara pihak yang menentukan bukanlah juri pemantau, tetapi Dewan Pertimbangan Adipura.

“Kita harus senantiasa tetap semangat untuk meraih Adipura kembali. Salah satu langkah awalnya adalah menentukan target yang jelas. Target atau pantauan Adipura tertinggi dititikberatkan pada sekolah-sekolah, Rumah Sakit, dan Puskesmas. Apabila nantinya dijumpai kekurangan, tinggal dikonsultasikan pada pihak-pihak terkait,” tutur Suyana.

Pada 2013, Kota Yogyakarta meraih penghargaan Adipura kali ketujuh. Ketika itu, selain penghargaan Adipura, diberikan pula penghargaan Pasar tradisional terbersih dan terbaik, serta hutan kota. Setelahnya, Pemkot Yogyakarta berharap dapat meraih Adipura Kencana sebagai penghargaan terbaik.

2016, Satu RW Satu Bank Sampah

Pengelolaan sampah menjadi penilaian utama Adipura. Pemkot Yogyakarta menargetkan pendirian Bank Sampah di semua RW pada 2016 atau 615 Bank Sampah di 45 kelurahan. Tidak menutup kemungkinan, di setiap RW akan ada lebih dari satu bank sampah yang dikelola warga.

Bank Sampah akan sedikit mengurangi permasalahan sampah yang dihadapi selama ini. Ketua Forum Bank Sampah Nasional, Bambang Suwerda, mencatat, pergerakan sampah dari Kota Yogyakarta menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan dari tahun ke tahun mengalami penurunan.

Pada 2007, pergerakan sampah sejumlah 350 ton per hari, lalu terus menurun pada 2009 (295 ton per hari), 2010 (275 ton per hari), 2011 (260 ton per hari), 2012 (245 ton per hari), dan 2013 (218 ton per hari).

Apabila kegiatan pemilahan dan penabungan sampah berhasil, pergerakan sampah ke TPA akan berkurang secara signifikan.