Pilwali 2017, Danang Munandar: KPU Yogyakarta Sebaiknya Sasar Pemilih Pemula

Direktur Pandiva-Strategic, Danang Munandar. (Foto: Arif Giyanto)
Direktur Pandiva-Strategic, Danang Munandar. (Foto: Arif Giyanto)

Godean, JOGJADAILY ** Peran pemilih dalam Pemilihan Walikota (Pilwali) Yogyakarta 2017 nanti sangatlah signifikan, karena merupakan faktor penentu keberhasilan dan kualitas Pilwali. Kuantitas pemilih yang merupakan partisipasi pemilih untuk menyalurkan pilihannya perlu dioptimalkan dalam rangka menunjang legalitas Walikota terpilih.

“Untuk meningkatkan partisipasi pemilih, KPU Kota Yogyakarta sebaiknya lebih agresif menyasar pemilih pemula,” ujar Direktur Pandiva Strategic, Danang Munandar, Rabu (17/2/2016), di Godean.

Menurutnya, pemilih pemula lebih rasional dalam berpolitik, karena terpelajar dan masih muda. Di samping itu, mereka akan cenderung berpartisipasi aktif dalam Pilwali.

Selain itu, sambungnya, pendataan pemilih secara administratif perlu ditingkat kualitasnya. Warga yang berhak sebagai pemilih harus terdata. Bagi yang tidak mempunyai hak memilih, jangan sampai terdaftar. Hal ini akan menjadi tolak ukur yang valid, terkait partisipasi pemilih.

“Pemilu yang sudah berulang kali dilaksanakan, baik itu tingkat nasional maupun daerah, semestinya menjadi pelajaran yang berharga untuk lebih meningkatkan kualitas penyelenggaraanya,” tutur pria kelahiran Kebumen itu.

Ia menambahkan, dalam upaya menyasar pemilih pemula, KPU Kota Yogyakarta dapat bekerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk mengkondisikan siswa sekolah yang telah mempunyai hak pilih agar berpartsipasi aktif dalam Pilwali.

“Tapi tentunya, tanpa ditungganggi kepentingan politik tertentu,” pungkasnya.

Minim Partisipasi

Diberitakan sebelumnya, pada momentum Pemilihan Walikota (Pilwali) Yogyakarta 2017, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta membidik partisipasi pemilih hingga 67 persen. KPU Kota Yogyakarta akan berkoordinasi dengan semua pihak, baik pemerintahan, partai politik, dan perguruan tinggi untuk meningkatkan jumlah partisipasi pemilih.

“Partisipasi pemilih pada Pilwali dua periode sebelumnya masih jauh dari harapan,” ucap Ketua KPU Kota Yogyakarta, Wawan Budianto, Selasa (16/2/2016).

Selain dikarenakan kurangnya minat partisipasi pemilih, menurut Wawan, rendahnya jumlah partisipasi pemilih disebabkan oleh minimnya sosialisasi hingga proses administrasi yang kurang optimal.

“Partisipasi pemilih Pilwalkot 2006 hanya 53 persen dan Pilwalkot 2011 hanya naik sedikit menjadi 54 persen dari jumlah pemilih yang mencapai 329 ribu di 2011. Kami membidik partisipasi masyarakat dalam Pilwali tahun 2017 mendatang dapat meningkat menjadi 67 pesen,” terangnya.

Ia menjelaskan, minimnya partisipasi pemilih juga dikarenakan oleh banyaknya warga Yogyakarta yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Yogyakarta, namun berdomisili di luar daerah, sehingga sedikit yang berpartisipasi.