Piwulang Sunan Kalijaga, Gubernur DIY: Aren Solusi Pengentasan Kemiskinan

BBPBPTH memberikan cindera mata kepada Gubernur DIY. (Foto: BBPBPTH)
BBPBPTH memberikan cindera mata kepada Gubernur DIY. (Foto: BBPBPTH)

Danurejan, JOGJADAILY ** Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengajak masyarakat untuk mengembangkan aren sebagai komoditas unggulan.

“Potensi aren yang luar biasa harus dikelola untuk mengatasi ketahanan pangan, memecahkan kebutuhan ketahanan energi melalui biofuel, sebagai solusi mengentaskan kemiskinan, dan mengembangkan konservasi lahan melalui arenisasi dengan perlakuan yang benar,” ujar Sultan.

Sambutan Sultan dibacakan Kepala Bappeda Provinsi DIY, Tavip Agus Rayanto, dalam Workshop bertajuk ‘Inovasi Iptek dan Pengembangan Aren’ yang diselenggarakan Pusat Kajian Kebijakan Strategis dan Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (BBPBPTH) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, di Inna Garuda Yogyakarta, Kamis (11/2/2016).

Sultan sangat mendukung upaya pengolahan nira aren menjadi bioethanol, namun harus didukung inovasi, kreativitas, branding, dan sosialisasi. Untuk itu, perlu disusun roadmap pengembangan aren terintegrasi dan berbasis kawasan melalui pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

“Hidup itu harus senantiasa menghidupi. Ini adalah piwulang kebenaran oleh Sunan Kalijaga yang senantiasa belajar dari kehidupan pohon aren. Mengapa harus aren? Aren merupakan tanaman istimewa, karena menginspirasi tumbuh kembangnya peradaban sejak dahulu, hingga era teknologi digital saat ini,” papar Gubernur.

Regulasi Hingga Tata Niaga

Kepala Badan Penelitian Pengembangan dan Inovasi LHK, Henry Bastaman, menyampaikan bahwa LHK telah menghasilkan inovasi pengolahan bioethanol dan prototipe alat pengolah aren yang dapat diaplikasikan oleh masyarakat.

Namun, dalam pengembangannya perlu didukung regulasi hingga tata niaganya, sehingga diharapkan dapat dikembangkan dalam skala nasional.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Herman Chaeron, menambahkan, aren merupakan solusi luar biasa apabila konteksnya dalam pengembangan ketahanan pangan dan energi.

Selain itu, tanaman aren ternyata memiliki fungsi ekologis dan ekonomis yang tinggi, sehingga korelasi antara aren dengan implementasi Undang-Undang Konservasi Tanah dan Air perlu dicermati, karena sifat tumbuhan aren yang mampu menampung banyak air serta skala pembudidayaannya.

“Jika Yogyakarta akan mengembangkan aren dalam skala industri maka kami akan dukung penuh,” tuturnya.

Dalam workshop juga dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi DIY dengan UPT KLHK sebagai tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara Gubernur DIY dengan Menteri LHK beberapa waktu lalu.